Sebanyak 25 Perguruan Tinggi Komitmen Turunkan Stunting

Herman - Kamis, 01 September 2022 18:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir092022/_7798_Sebanyak-25-Perguruan-Tinggi-Komitmen-Turunkan-Stunting.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/BS04

beritasumut.com - Stunting atau masalah kurang gizi kronis masih menjadi persoalan serius di Sumatera Utara (Sumut). Bahkan, menurut Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021, prevalensi stunting Sumut berada di angka 25,8 persen atau di peringkat 17 secara nasional. Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Muryanto Amin mengatakan untuk menekan angka stunting di Sumut ini, maka 25 perguruan tinggi berkomitmen untuk melakukan percepatan penurunannya. Salah satunya adalah mengadakan pendampingan masyarakat melalui Program Matching Fund Kedaireka. Dia menjelaskan, dalam program itu nantinya masyarakat akan diberikan pengetahuan tentang gizi, prakonsepsi, gizi ibu hamil hingga gizi 1.000 hari kehidupan bayi. Selain itu, masyarakat juga akan diberi pendampingan pengolahan makanan tambahan berbasis pangan lokal."Program ini merupakan upaya dari kampus untuk mengajak stakeholder terutama BKKBN menurunkan angka stunting. Aksinya akan turun ke lapangan, membuat dapur sehat dengan menggunakan pangan lokal. Jadi pendampingan lebih fokus ke pasangan mau menikah, ibu hamil untuk mengatasi stunting," katanya, kepada wartawan, Kamis (01/09/2022).[br] Sementara itu, Kepala BKKBN Perwakilan Sumut, Muhammad Irzal mengatakan di Provinsi Sumut terdapat tiga daerah yang paling tinggi kasus stuntingnya. Ketiganya, yakni Kabupaten Madina berada di angka 44,7 persen, Padanglawas 40,8 persen dan Pakpak Bharat 40 persen. "Ini tiga besar berdasarkan angka SSGI 2021. Untuk daerah beresiko stunting, maka percepatan penurunan stunting, harus kita perbaiki dari hulu. Misalnya saja, untuk pasangan yang mau menikah, dan ibu rumah tangga, kita berikan informasi bagaimana mencegah terjadinya stunting," jelasnya. Irzal menambahkan pendampingan akan dilaksanakan di 25 kabupaten/kota di Sumut. Untuk itu, sambungnya, dengan kolaborasi bersama perguruan tinggi, diharapkan angka stunting di Sumut bisa turun. "25 perguruan tinggi ini akan dikoordinir oleh USU. Nantinya tim akan turun ke lapangan memberikan pendampingan ke masyarakat agar memanfaatkan makanan lokal. Karena Sumut daerah agraris, ikannya ada, lahannya subur, makanya kita berikan informasi bagaimana dia mengelola makanan lokalnya menjadi makanan bergizi untuk keluarga yang beresiko stunting," terangnya.[br] Dalam kesempatan yang sama, Tim Peneliti Stunting USU Destanul Aulia menambahkan, keterlibatan 25 perguruan tinggi ini diharapkan bisa menekan angka stunting hingga 14 persen pada Tahun 2024. "Kita harap bahwa keterlibatan perguruan tinggi akan memberikan pencerahan kepada seluruh stakeholder yang ada di Sumut. Jadi kita ajak sama sama bergotong royong. Kita berharap penurunan stunting bisa terjadi. Menurutnya, masalah stunting bisa disebabkan soal perilaku hidup bersih dan sehat hingga pola pikir. Selain itu faktor budaya juga sangat berperan menyebabkan tingginya angka stunting."Itu yang harus kita kikis. Dengan pendampingan dari perguruan tinggi, maka diharapkan angka stunting ini bisa ditekan," pungkasnya.(BS04)

Editor
: Herman

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah Sukses Gelar PKM, Guru SD di Medan Kini Lebih Kompeten Cegah Stunting

Pendidikan

Cegah Stunting, Pemko Binjai bersama Asuransi MAG Gelar Pemberian Makanan Tambahan

Pendidikan

Tingkatkan APK Perguruan Tinggi di Sumut, Pemprov Sumut Apresiasi Program Beasiswa Universitas Murni Teguh

Pendidikan

Pertamina Ikut Turun Tekan Angka Stunting

Pendidikan

Soal Perguruan Tinggi Kelola Tambang, Eddy Soeparno: Timbang dengan Cermat

Pendidikan

Golkar Dukung Perguruan Tinggi-UMKM Kelola Tambang