Beritasumut.com - Tim Dosen Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sebagai salah satu bentuk pelaksanaan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tim pengabdian yang diketuai oleh Isnan Nisa Nasution, bersama anggotanya Zulfitri, S.S., M.A telah melaksanakan PKM di Yayasan Pendidikan Al-Islamic Amalia Tebing Tinggi, pada Sabtu (27/11/2021) lalu.
"Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan memperkenalkan 7 Budi Utama ESQ kepada para guru di Yayasan Pendidikan Al-Islamic Amalia Tebing Tinggi. 7 Budi Utama itu diambil dari permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia. Permasalahan tersebut senantiasa disebabkan oleh banyaknya nilai yang dilanggar," ujar Ketua Tim Dosen, Isnan Nisa Nasution, kepada wartawan, Minggu (26/12/2021).
Oleh sebab itu, sambung Nisa 7 Nilai Budi Utama ESQ yaitu Jujur, Tanggung Jawab, Visioner, Disiplin, Kerjasama, Adil dan Peduli ini menjadi sangat urgent untuk diterapkan oleh guru dan ditularkan kepada siswa yang mulai kehilangan kepekaan nilai budi di masa pandemi Covid 19 ini. "Hal ini dapat dikarenakan keterbatasan ruang gerak guru untuk menerapkan nilai itu sendiri dimasa pembelajaran daring saat ini. Sehingga dengan Kembali memunculkan 7 Budi Utama ESQ dalam pembelajaran, kita berharap agar siswa Kembali memahami pentingnya nilai budi sebagai kekuatan utama siswa dapat menggenggam kesuksesannya di masa mendatang,†jelas Nisa.
Baca Juga : Dukung Visi Misi Sekolah, Dosen UMN AlWashliyah Latih Guru Kembangkan Bahan Ajar Berbasis Pendekatan ESP
Sementara Zulfitri menyatakan bahwa berdasarkan evaluasi pelaksanaan kegiatan ini, guru-guru sangat antusias dan tertarik menerapkan 7 Budi Utama ESQ ini. "Selain itu, Kepala Yayasan yang turut hadir dalam kegiatan PKM ini mengaku nilai budi seperti ini menjadi pengingat juga bagi mereka sebagai tenaga pendidik agar memunculkan nilai budi pada diri guru merupakan langkah pertama untuk memunculkan 7 nilai budi tersebut pada diri siswa," ungkapnya.
Zulfitri menuturkan, kegiatan PKM ini diharapkan dapat menambah wawasan guru-guru PYI Amalia untuk meng-upgrade nilai budi dalam pembelajaran daring saat ini. “Dengan adanya sinergisitas antara Orangtua, guru, praktisi pendidikan, serta didukung oleh pemerintah, maka tidak mustahil kita akan segera mencapai Generasi Emas. Dimana semua pihak memiliki pemahaman dan penerapan nilai budi yang unggul dan berefek pada peningkatan kualitas generasi Indonesia kedepannya," tuturnya.
Senada itu, Kepala Yayasan YPI Amalia, Sri Jati Pohan mengucapkan apresiasi kepada dosen-dosen yang telah melaksanakan kegiatan PKM di Sekolahnya. “Kegiatan PKM seperti ini bagus dan sangat kami butuhkan untuk meningkatkan kapasitas guru di YPI Amalia, kami merasa bersyukur mendapatkan materi yang diberikan oleh ibu ibu dosen. Ke depannya, YPI Amalia siap untuk terus bekerjasama dan berpartisipasi dalam kegiatan seperti ini,†pungkasnya. (BS02)