Beritasumut.com - Salah satu aplikasi dari konsep “Merdeka Belajar†adalah penguatan kompetensi guru dalam memberikan pelajaran baik di sekolah maupun di luar sekolah, baik daring maupun luring. Maka salah satu alternatif metode pembelajaran inovatif dan kreatif yang digunakan adalah metode pembelajaran “STEAM†(Science, Technology, Engineering, Art dan Math) yang memanfaatkan serta mengkolaborasikan kelima komponen ini dalam proses belajar mengajar.
Metode ini merupakan metode yang diusung oleh aktivitas “Merdeka Belajar†yang mengandalkan inovasi, kreativitas dan kolaborasi dalam belajar antara guru dengan siswa melalui penciptaan media, kondisi pengajaran yang tidak lagi berorientasi kepada guru sebagai ujung tombak pembelajaran (teacher oriented) sehingga menimbulkan kebosanan bagi siswa dalam belajar. Metode STEAM dibuat untuk menciptakan kondisi belajar yang menyenangkan, tidak monoton, dan tidak satu arah, materi pembelajaran pun bisa berasal dari siswa itu sendiri.
"Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah telah mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertema 'Sosialisasi Merdeka Belajar melalui Pengenalan Metode Pembelajaran Inovatif STEAM dalam Meningkatkan Kompetensi Guru'. Objek sosialisasi ini adalah guru-guru di SD Negeri 101815 Sidodadi, Kecamatan Sibiru-biru, Kabupaten Deli Serdang. PKM ini telah dilaksanakan pada Sabtu (13/11/2021) lalu," demikian ungkap Ketua Tim Pengabdian Dosen UMN, Adrial Falahi, S.Sos., MSP, didampingi anggotanya Widya Utami Lubis, M.Si dan Jandriko P Ginting.
Baca Juga : Sambut Era Society 5.0, Guru SD Dilatih Manfaatkan Video Pembelajaran untuk Materi Bahasa Inggris
Adrial menyebut, pengabdian masyarakat yang dilakukan ini dalam rangka mensosialisasikan metode pembelajaran STEAM dengan latar belakang konsep “Merdeka Belajar†kepada guru-guru di SDN 101815 Sidodadi. "Harapannya, setelah sosialisasi mereka mampu membuat kreasi-kreasi yang inovatif dalam pembuatan media pembelajaran dengan memasukkan unsur-unsur Science, Technology, Engineering, Art dan Math sehingga kompetensi guru juga akan semakin meningkat dan siswa menjadikan belajar sebagai sesuatu yang menyenangkan," sebutnya kepada wartawan, Kamis (23/12/2021).
[br] Hadirnya konsep “Merdeka Belajar†yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini, sambung Adrial, menjadikan konsep tersebut sebagai sebuah harapan dan tujuan dari arah pendidikan ke depan. "Dengan adanya konsep ini akan menuntut semua komponen untuk dapat mengembangkan potensi yang ada dengan segala sumberdaya yang dimiliki. Dalam dunia pendidikan konsep Revolusi Industri (RI) 4.0 dan Society 5.0 menjadi panduan global yang harus diikuti jika tidak mau ketinggalan dalam berkompetisi," sambunnya.
Dia menuturkan, terlebih dari pihak guru sebagai tenaga pendidik dan siswa sebagai objek (dalam hal ini merupakan “society†atau dalam posisi sebagai pengguna teknologi), harus mampu bersama-sama menggunakan serta mengembangkan kemampuan dengan berbasis teknologi sesuai dengan konsep RI 4.0 dan society 5.0 dengan panduan konsep merdeka belajar yang telah dicanangkan.
Di kesempatan yang sama, Kepala SD Negeri 101815 Sidodadi, Dra. Rahmawaty menyatakan kesediaan dan keterbukaannya kepada Tim PKM untuk bersedia melanjutkan kegiatan pengabdian masyarakat berikutnya di tahun-tahun yang akan datang. "Kami malihat dampak yang sangat positif berupa pengetahun dan pengalaman yang diberikan oleh dosen-dosen TIM PKM dari UMN Al-Washliyah," pungkasnya. (BS02)