Beritasumut.com - Guru dituntut untuk terus berinovasi dalam dunia pendidikan. Terutama saat mengajar, guru diharapkan dapat terus beradaptasi mengikuti perkembangan teknologi terlebih di Era Society 5.0. "Jadi, anak harus dididik sesuai zamannya, jangan hanya mengandalkan metode konvensional seperti yang berlangsung sejak dahulu hingga sekarang. Guru harus kreatif dalam merancang pembelajaran yang melibatkan teknologi, karena peserta didik yang ada saat ini hidup di era teknologi. Oleh sebab itu mereka harus diperkenalkan dengan teknologi sejak dini," demikian ungkap Dosen UMN Al Washliyah, Umar Darwis SE, M.Pd kepada wartawan, Rabu (22/12/2021).
Sebagai Ketua Tim pengabdian Dosen UMN Al Washliyah, Umar bersama anggotanya Lisa Septia Dewi Br Ginting, S.Pd., M.Pd telah melaksanakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SD Negeri 101815 Ajibaho, Kecamatan Biru-biru, Kabupaten Deli Serdang pada Sabtu (20/11/2021) lalu. Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri oleh Kepala sekolah dan guru-guru yang berperan sebagai peserta.
"Kegiatan yang kami laksanakan bertema Sosialisasi Era Society 5.0. Dimana kegiatan ini bertujuan untuk menjelaskan cara guru beradaptasi mengikuti perkembangan teknologi di era society 5.0 khususnya dunia pendidikan," sambung Umar.
Baca Juga : Dosen UMN Sosialisasikan Estafet Puzzle, Tingkatkan Kemampuan Mengenal dan Menghubungkan Pola Kata atau Cerita untuk Siswa TK
Selain mendekatkan teknologi kepada peserta didik, lanjutnya, guru juga diharapkan mampu mengasah keterampilan abad 21 yang dibutuhkan oleh peserta didik ketika mereka nantinya terjun di tengah-tengah masyarakat. "Karena untuk dapat hidup di masa yang akan datang penguasaan teknologi bukanlah satu-satunya skill yang dapat membantu kesuksesan peserta didik, melainkan terdapat keterampilan lainnya, diantaranya adalah creative thingking (berpikir kreatif), critical thingking (berpikir kritis), communication (komunikasi), collaboration (kolaborasi)," jelasnya.
Umar berharap, melalui sosialisasi ini guru-guru dapat tergerak melakukan perubahan dalam merancang kegiatan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik. "Karena seyogyanya sekolah merupakan wahana bagi peserta didik untuk mendapatkan bekal agar dapat hidup di masa yang akan datang. Maka dari itu alangkah baiknya jika yang diberikan kepada peserta didik adalah pendidikan yang dapat memfasilitasi itu semua," pungkasnya. (BS02)