Beritasumut.com - Book Creator merupakan aplikasi yang dirancang untuk membuat buku berbasis e modul. Book creator dikatakan atraktif, karena tools yang tersedia tidak hanya berupa tulisan dan gambar layaknya buku bacaan biasa, tetapi juga dapat menyisipkan record audio dan video.
Demikian ungkap Ketua Tim Dosen Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah Hizmi Wardani, M.Pd, kepada wartawan, Jumat (17/12/2021). Hizmi menyebut, melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bersama anggotanya Nurdalilah, M.Pd serta Haryati Ahda Nasution, M.Pd, timnya berupaya agar guru mampu memanfaatkan media pembelajaran yang berbasis teknologi, kreatif dan inovatif, serta meningkatkan pemahaman guru terkait inovasi pembelajaran di masa Revolusi 4.0 dan Society 5.0.
"Tujuan pembuatan E-Book Creator sebagai media pembelajaran adalah memudahkan proses pembelajaran bagi guru kepada peserta didik dalam memberikan bahan bacaan dan tugas secara online secara atraktif. Dengan kreatifivitas dan inovatif guru dalam memanfaatkan teknologi book creator secara gratisan, sehingga menghasilkan karya e book yang dapat mendukung kegiatan pembelajaran secara daring," jelasnya.
Baca Juga : Sambut Era Digital 5.0, Dosen UMN Bantu Guru Manfaatkan Media Pembelajaran dengan Aplikasi Eclipse Crossword
Hizmi menuturkan, kegiatan PKM ini telah dilaksanakan beberapa lalu di Yayasan Pendidikan Al Islamic Amalia Tebing Tinggi, Jl. Prof. HM Yamin No.1a, Kota Tebing Tinggi. "PKM dengan tema “Membangun Inovasi Berbasis Era Revolusi 4.0 dan Society 5.0†ini dilatarbelakangi oleh adanya kejenuhan para guru karena aktivitas pembelajaran yang dilakukan di rumah selama masa pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung cukup lama. Disadari atau tidak, pembelajaran dalam jaringan sudah cukup membosankan bagi siswa, guru bahkan Orangtua. Oleh karena itu, diperlukan inovasi baru yang lebih kreatif dalam merancang media pembelajaran," tuturnya.
Ami sebagai salah satu guru di Yayasan tersebut mengatakan selama masa pandemi covid 19 sebelum pembelajaran dengan tatap muka kebanyakan guru menggunakan grup belajar seperti Whatsapp Grup sebagai media komunikasi dengan siswa. "Media ini juga digunakan guru sebagai sarana menyampaikan berbagai informasi terkait materi pelajaran. Akan tetapi Whatsapp Grup dirasa belum mendukung terlaksananya pembelajaran secara daring," katanya.
Sementara anggota Tim Dosen UMN, Nurdalilah, M.Pd., mengatakan bahwa seorang guru harus selalu melakukan pembaharuan dalam setiap pembelajaran. "Pembahuruan tersebut tidak harus dari segi skil mengajar guru terkait metode pembelajaran, akan tetapi bisa juga dari segi media pembelajaran. Kebaharuan tersebut harus sesuai dengan perkembangan zaman. Salah satu inovasi pembelajaran yang dirasa mampu menjawab tantangan tersebut yaitu media pembelajaran book creator," pungkasnya. (BS02)