Beritasumut.com - Literasi digital merupakan hal yang tidak dapat dipungkiri saat ini. Pandemi mengajarkan kita agar tetap mampu bekerja dan berkarya dengan baik dan kompeten terutama di dunia pendidikan. Pandemi tidak membuat sekolah bingung dengan pengajaran yang akan dilakukan meski pembelajaran dengan daring.
Demikian ungkap Nirmawan, Ketua Tim dosen Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah Medan yang melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bersama rekannya Zulfitri. Selaku Dosen UMN Al Washliyah, keduanya memberikan perhatian besar terhadap dunia pendidikan sebagai bukti pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
"Literasi digital bagi guru merupakan suatu kemampuan dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk mendapatkan, membaca, memahami, memanfaatkan, menilai, membuat, dan menyebarkan pengetahuan baru untuk membantu guru dalam melaksanakan tugas-tugas guru secara efektif dan efisien," ungkap Nirmawan kepada wartawan, Selasa (14/12/2021).
Baca Juga : Sambut Era Digital 5.0, Dosen UMN Bantu Guru Manfaatkan Media Pembelajaran dengan Aplikasi Eclipse Crossword
Menurutnya, Gerakan Literasi Sekolah (GLS) sebagai sebuah gerakan yang bertujuan untuk menumbuhkembangkan kebiasaan membaca di lingkungan sekolah. Hasil dari Gerakan Literasi Sekolah ini, sambungnya, diharapkan mampu membekali peserta didik dengan kemampuan memahami informasi secara analitis, kritis, dan reflektif.
[br] "Pembelajaran literasi digital berbasis 4.0 memudahkan guru untuk kegiatan belajar mengajar meskipun jarak jauh. Aplikasi literasi saat ini sangat banyak yang dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar antara lain iPusnas, Kumpulan Sastra Indonesia Terlengkap, KBM App, Wattpad, Storial.Co, Padlet, dan Jamboard, serta masih banyak aplikasi lainnya yang dapat digunakan. Meskipun banyak kita harus mampu memilih aplikasi mana yang tepat kita gunakan dalam kegitan belajar mengajar. Hal ini dilakukan karena setiap aplikasi pasti ada kelabihan dan kekurangannya," terang Dosen UMN ini.
Dia menyebut, selama pelatihan itu berlangsung, guru-guru terlihat antusias dalam pelatihan Liteasi Digitan menuju Gerakan Literasi Sekolah. "Karena saat ini ruang literasi siswa yang digunakan hanya perpustakaan. Dengan mengetahuinya gerakan literasi sekolah ini para guru berharap mampu membuat gerakan literasi sekolah di SMA Sains Tahfidz Quran Al Ammar sebagai lokasi pengabdian," tegasnya.
Tim berharap, para guru mampu menggunakan aplikasi digital dengan berbagai aplikasi yang telah disampaikan agar pembelajaran yang dilakukan lebih menarik dan mempermudah pembelajaran yang dilakukan tanpa mencari dan memprint dokumen yang akan diajarkan. Namun langsung membuka aplikasi yang diinginkan dengan smartphone yang dimiliki peserta didik dan guru.
Baca Juga : Dosen Pascasarjana UMN AlWashliyah Ajarkan Teknik Retorika untuk Para Pendakwah di PWBI
Senada itu, Kepala Sekolah SMA Sains Tahfidz Quran Al Ammar Fauziah Rosni Harahap, S.Pd.,M.Pd. mengaku senang dengan adanya kegiatan yang dilakukan. "Hal ini sangat bermanfaat dan memotivasi para guru untuk lebih kreatif. Kami selalu terbuka untuk kegiatan pengabdian di sekolah jika akan dilakukan kembali," pungkasnya. (BS02)