Beritasumut.com - Seiring dengan perkembangan zaman, konseling di sekolah tidak lagi dilakukan secara tatap muka (face to face), namun dapat dilakukan melalui jarak jauh menggunakan jaringan internet yang disebut Cyber Counseling. Layanan ini dapat mempermudah siswa yang ingin melakukan konseling namun tidak bisa hadir secara langsung.
"Hadirnya layanan Cyber Counseling di sekolah tentu membuat para siswa merasa terbantu apabila ingin melakukan konseling namun tidak memiliki waktu untuk bertemu guru BK secara langsung," demikian ungkap Dosen Bimbingan dan Konseling UMN Al Washliyah Medan, Ika Sandra Dewi, S.Pd., M.Pd kepada wartawan, Rabu (01/12/2021).
Dalam pelaksanaan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), selaku Ketua Pelaksana PKM, Ika menyebut adanya sosialisasi Cyber Counseling kepada guru-guru di SD Swasta IT Darussalam, pada hari Selasa (16/11/2021) lalu, merupakan salah satu bentuk implementasi Tridharma Perguruan Tinggi.
Baca Juga : Dosen UMN Alwashliyah Edukasi Peran Guru dan Orangtua dalam Perkembangan Nilai Moral dan Agama bagi Anak Usia Dini
Ika menuturkan, dengan menggunakan Smartphone, para siswa sudah dapat melakukan konseling dengan guru BK. "Hadirnya Cyber Counseling yang diterapkan di sekolah merupakan alternatif pemberian layanan konseling bagi para konselor. Para konselor diharapkan mampu mengembangangkan model konseling dan mengembangkan keterampilan yang dimiliki terutama di bidang IT. Hal ini penting agar para konselor mampu memberikan pelayanan yang terbaik bagi para siswa di sekolah," jelasnya.
[br] “Cyber Counseling adalah satu model konseling yang bersifat virtual atau konseling yang berlangsung melalui bantuan koneksi internet dimana konselor dan konseli tidak hadir secara fisik pada ruang dan waktu yang sama, dalam hal ini proses konseling berlangsung secara online dalam bentuk Web-site, E-mail, Facebook, Video Conference (Yahoo Massangger), Whatsapp, Zoom dan ide inovatif lainnya,†papar Ika Sandra Dewi.
Dia menyebut, hampir semua masyarakat di mana pun menggunakan internet dalam kehidupan sehari-hari. Teknologi yang berkembang pesat saat ini sangat berpengaruh terhadap pemberian layanan bimbingan dan konseling terutama di sekolah. Di era 4.0 ini, dalam mengembangkan bimbingan konseling, guru bimbingan dan konseling harus melahirkan inovasi-inovasi baru agar proses konseling tetap berkembang sesuai dengan kemajuan zaman.
"Karena kalau kita hanya mengandalkan konseling dengan face to face, apalagi di zaman sekarang ini proses konseling tidak akan terlaksana dengan baik. Layanan konseling online atau Cyber Counseling sangat dibutuhkan para konselor atau guru bimbingan konseling karena dapat memberikan layanan tanpa terbatas jarak dan waktu," tegasnya.
Baca Juga : Ketua TP PKK Sumut Harapkan Muslimat Al Washliyah Terus Berkontribusi di Tengah Masyaraka
Adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan para guru nantinya, terutama guru BK di sekolah dan wali kelas yang merangkap sebagai guru BK di SD dapat menerapkan Cyber Counseling ini dalam mengatasi permasalahan siswa di sekolah dan dalam menerapkan layanan konseling di sekolah. "Karena dengan cyber conseling ini memudahkan proses konsultasi bagi individu bermasalah yang ingin menyelesaikan masalahnya dengan cepat dan tepat, fleksibel dalam waktu dan tempat dan siswa juga bisa dengan cepat memperoleh informasi yang diinginkannya," tandasnya. (BS02)