Musa Rajekshah Jadi Keynote Speaker Seminar Moderasi Beragama di UINSU, Ingatkan Keimanan Kunci Segalanya

- Rabu, 24 November 2021 19:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir112021/_2320_Musa-Rajekshah-Jadi-Keynote-Speaker-Seminar-Moderasi-Beragama-di-UINSU--Ingatkan-Keimanan-Kunci-Segalanya.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS03

Beritasumut.com - Indonesia sebagai sebuah negara yang memuat keberagaman suku, bangsa, bahasa, adat istiadat dan agama, harus diisi dengan masyarakat yang memiliki jiwa toleransi dan saling menghargai. Untuk mencapainya, diperlukan orang-orang khususnya generasi penerus yang memiliki keimanan atau rasa takut dengan penciptanya.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Moderasi Beragama yang digelar Rumah Moderasi Beragama UINSU di Medan, Selasa (23/11/2021). Untuk itu, Wagub menegaskan pendidikan agama sebagai penekanan keimanan perlu ditanamkan sejak dini kepada generasi muda.

"Sebab semua keyakinan agama mengajarkan hal yang baik, tidak merugikan orang lain, mengajarkan tidak mengambil yang bukan haknya, semua agama pasti berbicara bagaimana berbuat kebaikan dan mengumpulkan pahala yang akhirnya pasti kita akan kembali kepada Sang Pencipta untuk mempertanggungjawabkan apa yang kita lakukan di muka bumi ini. Dan semua ini bisa terwujud dengan keimanan, rasa takut dengan penciptanya, bukan takut sama manusia," ujar Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck.

Baca Juga : Wapres Harap FKUB Jadi Inspirasi Kerukunan Umat Beragama Dunia

Lanjutnya, memiliki ilmu juga menjadi hal penting agar ke depan potensi alam dan negara bisa bersaing dengan negara lainnya. "Ilmu itu sangat penting agar potensi alam dan negara ini secara keilmuan kita mampu mengimbangi dengan negara-negara lain, serta mental agar punya keberanian mengatakan yang benar itu benar. Tapi dari semua itu yang terpenting adalah keimanan. Karena ilmu tinggi, mental baik tapi tanpa keimanan, maka akan menjadi orang merugi," ujarnya.

[br] Dikatakan Ijeck, moderasi beragama atau harmonisasi umat beragama ini juga harus disertai dengan edukasi yang baik ke generasi penerus. "Haruslah kita memberikan pemahaman kepada seluruh generasi muda kita, bahwa dalam keyakinan beragama tidak ada paksaan untuk orang atau keyakinan agama lain supaya mengikuti keyakinan agama kita. Negara ini begitu besarnya dengan beragam agama dengan suku. Konflik agama sangat sensitif dan akan berkepanjangan, serta suatu hal merugikan dan sangat tidak baik," tegasnya.

Untuk itu pendidikan agama sangat perlu diberikan dalam pendidikan dasar, menengah hingga perguruan tinggi agar pemahaman agama tidak salah. "Tapi menurut saya tidak kalah penting mewaspadai narkoba karena dapat menyebabkan kelabilan jiwa dan terganggunya ekonomi. Kemudian juga LGBT yang kurang terpublis sehingga dianggap hal biasa," tegasnya.

Dia pun berharap seminar yang digelar Rumah Moderasi Beragama UINSU ini tidak hanya dilakukan di ibu kota Provinsi saja, tapi juga bisa sampai ke daerah untuk menyadarkan dan memberikan pengetahuan pemahaman yang baik dalam keberagaman.

Baca Juga : Rilis Komik Madani Bersama ISI Surakarta, Kemenag Edukasi Moderasi Beragama melalui Seni

Sebelumnya, Rektor UINSU Syahrin Harahap mengatakan, negara Indonesia merupakan negara moderasi beragama meski istilah ini jarang digunakan. Padahal dari pesan terkandung dalam sila-sila di Pancasila itu tergambarkan titik temu bangsa dan istilah teknis itu disebut moderasi beragama.

"Dengan hadirnya Rumah Moderasi Beragama ini akan menjadi sikap umum akademika agar UINSU dan Sumut terhindari dari radikalisme dan terorisme. Untuk itu saya mengusulkan kepada rumah moderasi beragama dalam perspektif sejarah, Sumut ini pelopor dan inisiator dari lembaga keragaman dan kerukunan negeri kita. Jadi kegiatan seperti ini diformalkan menjadi kongres moderasi beragama yang dilakukan setiap tahun di Sumut," katanya.

Dia menambahkan, Ketua Rumah Moderasi Beragama UINSU Phil Zainul Fuad menerangkan bila seminar moderasi beragama ini merupakan kegiatan kedua kalinya setelah launching Rumah Moderasi Beragama pada Januari lalu, serta juga launching buku moderasi beragama. (BS03)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Serahkan LKPD Tahun 2024 ke BPK, Gubernur Sumut Targetkan Raih WTP ke-11

Pendidikan

Gubernur Sumut Luncurkan Mudik Gratis Lebaran Bagi Mahasiswa di Luar Sumatera

Pendidikan

Gubernur Sumut Sampaikan Lima Plus Satu Program Prioritas Pembangunan

Pendidikan

Lantik 12 Pejabat Tinggi Pratama, Wagub Sumut Minta Tunjukkan Kinerja yang Lebih Maksimal

Pendidikan

Jajaki Kerja Sama dengan SUCOFINDO, Pj Gubernur Sumut Sebut Ini Kerja Sama yang Strategis

Pendidikan

Warga Asal Sumut Antusias Ikuti Temu Ramah Pemprov di Pesta Pulau Pinang