Beritasumut.com-Universitas Negeri Medan (Unimed) terima kunjungan Dinas Pendidikan Aceh dalam rangka merencanakan kerjasama di bidang pendidikan. Dalam kunjungan yang diadakan di Ruang Sidang A lt.3 Gedung Biro Rektor, rombongan Dinas Pendidikan Aceh disambut oleh Wakil Rektor III Unimed Prof Sahat Siagian MPd dan Sekretaris Senat Unimed Winsyahputra Ritonga SPd MSi, Kepala Biro akademik dan Kemahasiswaan Yan Azhari SE MPd serta Kabag Kerjasama dan Humas Anwar Sujahri SE.“Kami mengucapkan selamat datang di Universitas Negeri Medan atas kedatangan rombongan Dinas Pendidikan Aceh dalam rangka menjalin kerjasama dengan Unimed dan mungkin ada yang perlu disampaikan pada kami, kami bisa catat untuk menindak lanjuti kerjasama kita ke depan. Di dalam kontrak kerjasama ini mungkin ada salah satu tentang Merdeka Belajar," ujar Wakil Rektor III Prof Sahat Siagian dilansir dari laman unimed, Minggu (07/11/2021).
Baca Juga : BTN Dukung Bobby Nasution Relokasi Warga Bantaran Sungai
“Tentu dari apa yang kita rancangkan di dalam kerjasama dan diskusi kita ini, Unimed menyambut baik usul kerjasama, mari kita diskusikan yang mungkin ada saran dan usulan yang mungkin bisa kami dengar dan lakukan yang akan kami sampaikan kepada pak Rektor dalam rangka menindak lanjuti kerjasama ke depan," sambung Prof Sahat.Kepala Dinas Pendidikan Aceh Drs Alhudri MM didampingi Azizah selaku Kabid P SMK, Hamdani Kabid PSMA, A Hamid Kacab Sabang, Asbaruddin Kacab Subulussalam A Singkil, Mulyadi Anhar DH, Antoni, Syahmuddin, Wasis, Dahril yang merupakan kepala sekolah menjelaskan, dalam rangka memanjukan pendidikan ini dengan slogan Merdeka Belajar, Pemerintahan Aceh ingin mengembangkan sayap terkait dengan pendidikan anak-anak. "Kami sangat menaruh perhatian tentunya kepada pihak sivitas akademik yang mana nantinya mudah-mudahan dan kami mohon kiranya kedepan tentunya di setiap jurusan bisa tertampung putra putri terbaik Aceh di Universitas Negeri Medan ini. Kami juga sangat berharap sekali dari S1, S2 bahkan S3 untuk terus memberi pemahaman, karena kita yakin pendidikan ini adalah kebutuhan dasar. Saya pikir dari Sabang sampai Merauke tidak mungkin bisa maju salah satunya adalah dengan pendidikan," pungkas Kadisdik.(BS09)