Anak Kerap Bergantung pada Gadget, Begini Kata Psikolog Menyikapinya

- Jumat, 29 Oktober 2021 21:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102021/_6974_Anak-Kerap-Bergantung-pada-Gadget--Begini-Kata-Psikolog-Menyikapinya.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST

Beritasumut.com - Masa pandemi membuat semua orang menjaga ritme mobilitasnya di luar. Sebagai konsekuensinya, aktivitas luar ruangan menjadi berkurang. Hal ini telah berlangsung selama satu tahun lebih. Dampak pengurangan mobilitas ini ternyata tak hanya dirasakan oleh orang dewasa, namun juga anak.

"Tanpa disadari bahwa anak merupakan korban tersembunyi dari dampak pandemi," demikian Psikolog dari Yayasan Heart of People.id, Yohana Theresia, M.Psi., dalam webinar parenting yang diadakan oleh Faber-Castell yang bertemakan "Soft Skill Apa yang Dibutuhkan di Era Digital” pada akhir September 2021 lalu.

Psikolog Anak menyebut, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Soetikno, Agustina, Verauli, dan Tirta (2020) dalam banyak kasus ditengarai adanya peningkatan permasalahan perilaku dan masalah akibat paparan stress di kala pandemik saat ini. "Beberapa masalah yang timbul antara lain menarik diri dari keramaian (withdrawal), gangguan somatisasi atau gangguan psikologis yang ditandai dengan adanya keluhan di area fisik, agresi, depresi maupun masalah perilaku lainnya," paparnya.

Baca Juga : Integrasi Seni Konvensional dengan Teknologi Digital dari Faber Castell

Kondisi ini, sambung Yohana, tidak lebih dikarenakan beberapa faktor pencetus. "Seperti ruang bergerak yang terbatas, hambatan menjalani proses pendidikan di masa pandemik, Orangtua yang sibuk, serta kondisi psikologi yang tidak stabil. Maka timbul cara instan yang banyak diambil Orangtua untuk mengatasi hal tersebut dengan memberikan gadget/gawai kepada anak, padahal pemberian gawai bukannya tanpa dampak. Pemberian gawai seperti dua mata uang, selain positif dari gawai seperti memberikan kemudahan, informasi dan juga hiburan namun gawai juga memiliki efek negatif, khususnya jika tanpa dibatasi waktu penggunaannya," ungkap Yohana.

[br] Pemberian gawai secara terus menerus ini juga memiliki efek negatif pada anak. Yohana menjelaskan, berdasarkan riset yang dilakukan oleh Straker, Leon M & Howie, Erin K. (2016) dan Dr. John Hutton (2020), yakni gangguan kesehatan fisik, terlambat bicara, masalah atensi dan konsentrasi, masalah pada executive function serta masalah perilaku.

Untuk itu, Yohana menyarankan kepada orang tua untuk cerdas memiliki bentuk permainan yang cocok bagi anak yang dibagi berdasarkan umur dan kebutuhannya. "Permainan yang tepat juga sangat berguna untuk mendorong kreativitas bagi anak, dimana kreativitas sangatlah berguna bagi salah satu modal kesuksesan seseorang di masa depan," tegasnya.

Salah satu bentuk permainan yang disarankan oleh Yohana adalah dalam bentuk explorasi permainan yang berbasis seni. Seperti halnya produk terbaru dari Faber-Castell, yakni Creative Art Series 2. "Produk Faber-Castell Creative Art Series 2 ini merupakan produk yang sangat memperhatikan kebutuhan anak khususnya di usia Sekolah Dasar dan PAUD. Dimana di dalamnya terdapat mewarnai, membuat prakarya/craft, yang memadukan unsur pengembangan atas motorik kasar, sensorik, pengenalan warna, melatihkonsentrasi, dan tentunya kreativitas," tutup Yohana.

Baca Juga : Dampak Negatif Teknologi, Kurangi Kualitas Bersama Orangtua dan Anak

Sementara itu, Product Spv Faber-Castell International Indonesia, Harsyal Rosidi mengatakan bahwa Produk Creative Art Series ke-2 merupakan kelanjutan produk Creative Art Series yang pertama kali diluncurkan pada tahun lalu. "Produk ini diharapkan mengulangi kesuksesan dari edisi pertama. Produk ini dikembangkan sesuai dengan melihat kondisi yang terjadi pada saat ini, dimana pandemik menyebabkan anak mengalami kebosanan, serta dengan produk ini diharapkan akan memberikan kesempatan bagi Orangtua dan anak untuk bisa meluangkan waktu bersama," paparnya.

Adapun Creative Art Series 2 ini terdiri atas 4 (empat) produk, yakni Basketball Arcade, Glow in the Dark Clock, Colour Your Own Drawstring Bag, Finger Printing Art Set yang melengkapi edisi sebelumnya Stone Deco Art, Origami Fashion Design, Colour Your Own Tote Bag, Air Jet Sport Car, Make Your Own Kite dan 3D Frame Art.

Hasyal juga mengatakan, bahwa di dalam setiap kemasan Creative Art Series Faber- Castell juga disertai voucher untuk bisa mengikuti workshop yang diadakan secara daring oleh Faber-Castell. "Saat ini Creative Art Series Faber-Castell tersedia secara eksklusif melalui official store Faber-Castell yang ada di Tokopedia dan juga Shopee," pungkasnya. (BS02)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Kampanye P3LP, Langkah Penting untuk Meningkatkan Kesehatan Jiwa Generasi Muda Kota Medan

Pendidikan

Pusat Psikologi TNI Fasilitator Pelatihan Nasional Pertolongan Psikologi Awal

Pendidikan

Cegah Anak Main Gadget, Bobby Nasution: Kenalkan Kembali Permainan Rakyat

Pendidikan

Tingkatkan Kualitas Pelayanan, Pemko Medan dan HIMPSI Sumut Lakukan MoU

Pendidikan

Begini Pendapat 5 Mahasiswa Pasca Sarjana UMA Tentang Pembaruan Pendidikan Profesi Psikologi Berdasarkan UU PLP No.23 Tahun 2022

Pendidikan

Kepala Pusat Psikologi TNI Membuka Rakornis Psikologi TNI