Beritasumut.com - Menyambut pagelaran Hari Santri Nasional (HSN) ke VI Tahun 2021, ribuan santri dari 19 Pondok Pesantren (Ponpes) se-Kabupaten Asahan melaksanakan beberapa perlombaan, baik itu perlombaan di bidang olahraga maupun pendidikan yang dinamakan Porseni (Pekan Olah Raga dan Seni) Santri. Hal ini dilaksanakan agar silaturahmi antar santri semakin erat, di samping itu mendapatkan pula bakat-bakat yang tumbuh dari santri di bidang perlombaan tersebut.
Kepala Kantor (Kakan) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Asahan Dr. H. Hayatsyah, M.Pd, didampingi Ketua DWP Kemenag Asahan Ny. Hj. Linda Hayatsyah, Kasi Diniyah dan Pondok Pesantren Taufik, S.Ag, MA, Kasi Bimas Islam Muhammad Nasib, S.HI membuka secara resmi kegiatan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Santri di Halaman Pondok Pesantren Daar Al Uluum Kisaran, pertengahan pekan ini.
Hayatsyah dalam sambutannya mengingatkan bersama bahwa Hari Santri Nasional jatuh pada tanggal 22 Oktober setiap tahunnya dan peringatan ini ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 22 Oktober 2015 di Masjid Istiqlal Jakarta dan tertuang melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015. Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2021 ini, ungkapnya, mengusung tema 'SANTRI SIAGA JIWA dan RAGA'.
Baca Juga : Airlangga Hartarto Dukung Program Kemenpora Pesantrenpreneur 2021, Saatnya Pondok Pesantren Bersinergi dengan Pemerintah
"Mengutip penyampaian Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas bahwa Santri Siaga Jiwa dan Raga merupakan bentuk pernyataan sikap santri Indonesia agar selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela tanah air, mempertahankan persatuan Indonesia, dan mewujudkan perdamaian dunia. Siaga Jiwa Raga juga merupakan komitmen seumur hidup santri untuk membela tanah air yang lahir dari sifat santun, rendah hati, pengalaman dan tempaan santri selama di pesantren," ujar Kakan Kemenag Asahan, dilansir dari Sumut.kemenag.go.id, Kamis (14/10/2021).
[br] Hayatsyah menambahkan, sebagai seorang santri harus bisa tumbuh dimanapun berada saat sudah menyelesaikan pendidikannya. "Harus menjadi contoh bagi keluarganya dan masyarakat karena selama pendidikan di Pondok Pesantren pastinya sudah mendapatkan pembekalan yang hakiki dan berdayaguna fiddunya walakhirah," sebutnya.
Dia juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh Pimpinan Pondok Pesantren yang telah bersusah payah melaksanakan kegiatan Porseni Santri ini dalam menyambut Hari Santri Nasional, yang jatuh pada 22 Oktober 2021 mendatang.
Sebelum menutup sambutannya, Hayatsyah mengingatkan agar tetap melaksanakan protokol kesehatan saat kegiatan berlangsung, dengan memakai masker, selalu mencuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer dan jangan berkerumun saat pelaksanaan kegiatan walaupun Kabupaten Asahan saa ini sudah berlevel dua.
Baca Juga : Panglima TNI Ingatkan Santri dan Masyarakat Tetap Pakai Masker serta Disiplin Prokes
Senada itu, Ketua panitia pelaksana kegiatan, Al Ustadz H. Edi Sucipno melaporkan bahwa Porseni Santri diikuti ribuan santri dari sembilan belas (19) Pondok Pesantren se Kabupaten Asahan yang akan berlomba dalam 16 cabang perlombaan, yakni atletik, panahan, badminton, futsal, tenis meja, hadang, silat, senam santri, hadroh, bahasa Indonesia, bahasa Arab, bahasa Inggris, kriya, mushab, seni lukis kontemporer dan cipta baca puisi.
"Sumber dana kegiatan berasal dari masing-masing Pondok Pesantren yang telah disepakati bersama melalui rapat para Pimpinan Pondok Pesantren dan tidak ada yang memberatkan pihak manapun, dan selama kegiatan berlangsung tetap melaksanakan protokol kesehatan," ungkapnya.
Hadir Kakan Kemenag Asahan, Direktur Pesantren Daar Al Uluum, Ketua DWP Kemenag Asahan, Kepala Seksi Diniyah dan Pondok Pesantren, Kepala Seksi Bimas Islam, Pimpinan 19 Pondok Pesantren se Kabupaten Asahan,tenaga pendidik dan kependidikan Pondok Pesantren, beserta tamu undangan. (BS09)