Tumbuhkan Budaya Literasi di Keluarga, SLI Berbagi Praktik Baik Melalui Bincang Literasi Keluarga

Herman - Senin, 20 September 2021 15:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir092021/_8586_-Tumbuhkan-Budaya-Literasi-di-Keluarga--SLI-Berbagi-Praktik-Baik-Melalui-Bincang-Literasi-Keluarga.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist

beritasumut.com -Sekolah Literasi Indonesia (SLI) mengadakan Bincang Literasi Keluarga bertajuk “Sinergi Ayah Bunda dalam Membangun Budaya Literasi di Keluarga”, Minggu (19/09/2021). Bincang Literasi Keluarga merupakan agenda terakhir dari rangkaian kegiatan Hari Aksara Internasional 2021.Meengusung tema pendidikan, Bincang Literasi Keluarga menghadirkan Derry Oktriana, Praktisi Parenting Islami dan creator @yamaibrahim.id, serta M. Syafi’ie El Bantanie, Direktur Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa (LPI DD) dan penulis buku 52 buku. Manajer Sekolah Literasi Indonesia, Muh. Shirli Gumilang menyampaikan, dalam segitiga pendidikan para pendidik kerap kali menitikberatkan pendidikan literasi pada sekolah, jarang sekali membahas bagaimana menumbuhkan literasi di keluarga. “Keluarga merupakan pendidikan pertama bagi anak. Oleh karena itu SLI berupaya membangun kesadaran keluarga menumbuhkan budaya literasi di keluarga melalui sinergi ayah dan bunda,” ujar Shirli. Para pemateri menyampaikan praktik baik yang dapat dilakukan untuk membangun budaya literasi di keluarga. M Syafi'ie menjelaskan jika tujuan utama meningkatkan literasi anak adalah membangun rasa cinta terhadap ilmu. Bukan seberapa banyak melakukan aktivitas, tetapi seberapa kuat penanaman nilai-nilai melalui aktivitas literasi.Selaras dengan M Syafi’ie, Derry Oktriana menyampaikan pentingnya menyamakan visi antara ayah dan bunda ketika menyusun kurikulum literasi di keluarga. “Kami menanamkan visi mencintai ilmu kepada anak-anak di rumah. Kami berharap setiap keluarga bisa membuat visi sejenis meski tak serupa, sehingga mampu membawa anak-anak mengenal Sang Maha Pencipta,” kata Derry. [br] Kegiatan Bincang Literasi Keluarga merupakan bentuk kontribusi LPI DD menumbuhkan budaya literasi. Pasalnya, rata-rata Indeks Aktivitas Literasi Membaca (Alibaca) Indonesia berada di angka 37,32% dengan kategori rendah. Melihat kondisi tersebut dibutuhkan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat guna menciptakan masyarakat Indonesia berbudi pekerti unggul dan literat.Selain itu LPI DD juga berupaya ambil bagian meningkatan kualitas literasi melalui Sekolah Literasi Indonesia (SLI). SLI berfokus pada pengembangan budaya literasi di seluruh ekosistem pendidikan meliputi formal, informal, dan nonformal. Tujuannya menumbuhkan serta mengembangkan budaya literasi di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat sebagai upaya membentuk pribadi berakhlak mulia dan berkualitas.(rel)

Editor
: Herman

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Guru Madrasah Asal Sumut Raih Rekor MURI Penulisan Buku Antologi Puisi Etnik Nusantara

Pendidikan

Walikota Medan Berharap Masjid Jadi Pusat Peradaban Islam

Pendidikan

Tri Sumatera Hadirkan Pembelajaran Digital dan Sportivitas di Nias Selatan

Pendidikan

Waka MPR Dorong Kemampuan Literasi Generasi Muda Konsisten Ditingkatkan

Pendidikan

Presiden Prabowo: Peran Muslimat NU Sangat Penting dalam Membangun Generasi Bangsa

Pendidikan

Pj Walikota Padangsidimpuan Menerima Kunjungan Silaturahmi dari Muslimat NU Deliserdang