Tingkatkan Minat Baca Masyarakat Sumut, GPMB Diharapkan Terbentuk di Seluruh Kabupaten/Kota

- Rabu, 15 September 2021 13:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir092021/_3247_Tingkatkan-Minat-Baca-Masyarakat-Sumut--GPMB-Diharapkan-Terbentuk-di-Seluruh-Kabupaten-Kota.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS03

Beritasumut.com - Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Sumatera Utara (Sumut) terus mendorong upaya peningkatan minat baca masyarakat. Antara lain dengan cara mendirikan dan membentuk GPMB di tingkat kabupaten/kota di Sumut.

Demikian disampaikan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Sumut Nawal Lubis selaku Ketua GPMB Sumut, usai mengikuti kegiatan Gebyar Hari Kunjung Perpustakaan Virtual dalam rangka Hari Aksara Internasional di Sekolah Alam Langit Biru, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang, Selasa (14/09/2021).

Saat ini, baru terbentuk satu GPMB tingkat kabupaten/kota, yaitu di Kabupaten Batubara. “Kendala-kendala terkait gerakan literasi di daerah bisa diselesaikan apabila GPMB di daerah terbentuk, maka saya akan mendorong terbentuknya GPMB di daerah kabupaten/kota,” ujar Nawal Lubis.

Baca Juga : MTs Negeri 1 Labura Gelar Iqra Time, Ajak Siswa Beraksi dan Berliterasi

Gerakan literasi di daerah, menurut Nawal, perlu bersinergi dengan setiap pihak termasuk dengan pemerintah daerah. Karena itu, Nawal mengajak setiap pihak yang berkecimpung atau peduli dengan gerakan literasi agar saling bersinergi. Terutama dalam menyelesaikan kendala-kendala yang ada. Selain itu, dengan membaca buku, seseorang bisa menjelajah dunia. Buku sangat penting, terutama bagi anak-anak sebagai generasi muda penerus bangsa. Nawal pun berpesan, agar jangan terlalu sering bermain dengan gawainya. “Anak-anak ku, ayo bukalah buku, baca, dengan buku kita bisa menjelajah dunia,” ajak Nawal.

[br] Pada kesempatan tersebut, Nawal juga menyapa para pegiat literasi secara virtual di sejumlah kabupaten/kota di Sumut. Beberapa di antaranya memiliki kendala-kendala saat melakukan upaya peningkatan minat baca. Salah satunya pegiat literasi dari Nias Selatan bernama Irwansyah Sarumaha. Dia menyampaikan, salah satu kendala kegiatan literasi yang dirasakan adalah kurangnya jumlah buku dan sarana di daerahnya. Untuk itu, Irwansyah mengharapkan dukungan Ketua GPMB Sumut Nawal agar dapat mengurangi kendala yang dihadapinya.

Irwansyah juga menyampaikan beberapa sebab mengapa di wilayahnya minat baca masyarakatnya memerlukan perhatian. Pertama, di Nias akses mendapatkan buku sulit. Kedua, banyak anak-anak yang tidak terpantau orangtuanya yang bekerja. Karena itu juga, pihaknya mendirikan Taman Bacaan Masyarakat dan kini telah memiliki dampak positif bagi masyarakat.

Senada dengan Irwansyah, Tengku Muhammad Faisal pegiat literasi dari Kabupaten Langkat juga menyampaikan kendalanya, yakni kekurangan buku. Selama ini, pihaknya bergerak dengan keterbatasan. “Jadi kami harapkan dukungan Ibu Nawal agar minat baca di daerah pesisir ini semakin meningkat,” kata Faisal.

Baca Juga : Bobby dan Kahiyang Ajak Masyarakat Kota Medan Tingkatkan Indeks Literasi Dengan Manfaatkan Digitalisasi

Ketua Forum Taman Baca Sumut Ismail Pong menyampaikan, gerakan literasi mestinya kini mengarah ke pemberdayaan. Artinya, setiap pengetahuan yang didapat, diharapkan dapat digunakan di dunia nyata. Ismail mencontohkan, ada seorang pegiat literasi dari wilayah Timur Indonesia. Ia tidak hanya meningkatkan literasi masyarakat, namun juga memotivasi masyarakat untuk melakukan perubahan pada dirinya masing-masing. “Pengetahuan tidak boleh tinggal, ilmu pengetahuan di dalam buku harus mampu digunakan oleh masyarakat, itu namanya literasi yang memberdayakan,” kata Ismail.

Gebyar Hari Kunjung Perpustakaan tersebut diadakan selama tiga hari. Adapun kegiatan yang diadakan di antaranya pembacaan cerita dan menyapa pegiat literasi, bedah buku, pemaparan mengenai literasi, membaca cepat (speed reading) hingga membaca nyaring (reading aloud). (BS03)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Guru Madrasah Asal Sumut Raih Rekor MURI Penulisan Buku Antologi Puisi Etnik Nusantara

Pendidikan

Tri Sumatera Hadirkan Pembelajaran Digital dan Sportivitas di Nias Selatan

Pendidikan

Waka MPR Dorong Kemampuan Literasi Generasi Muda Konsisten Ditingkatkan

Pendidikan

Tyas Fatoni Pimpin Rapat Program Kerja 2025 TP PKK Sumut

Pendidikan

Indosat Latih Kurikulum AI untuk Guru dan Penyandang Disabilitas di IDCamp 2024

Pendidikan

Pj Ketua TP PKKHarapkan Raker BKOW Sumut Lahirkan Program yang Baik dan Berkontribusi pada Pembangunan