Jadikan Tanah jadi Subur di Desa Tembung, Mahasiswa Unimed Ajak Petani Terapkan Teknik Terra Preta

- Minggu, 22 Agustus 2021 15:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir082021/_1155_Jadikan-Tanah-jadi-Subur-di-Desa-Tembung--Mahasiswa-Unimed-Ajak-Petani-Terapkan-Teknik-Terra-Preta.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST

Beritasumut.com-Tingkat kesuburan tanah menjadi permasalah utama bagi petani di Desa Tembung, Kec. Percut Sei Tuan, Kab. Deli Serdang. Selain kering, tanah di daerah tersebut mulai rusak akibat penggunaan pupuk dan pestisida yang berlebihan. Sehingga menyebabkan hasil panen masyarakat tidak maksimal. Berdasarkan pengamatan dan survey mahasiswa, permasalahan tanah harus segera diatasi melalui Terra Preta.Terra Preta sendiri berasal dari bahasa Portugis, yang berarti bumi hitam. Teknik pembangunan tanah yang dikembangkan oleh peradaban amazon kuno sekitar 7000 tahun lalu sebagai menjawab permasalahan secara permanen dalam menyelesaikan masalah kesuburan tanah tropis yang buruk seperti di daerah Tembung.

Baca Juga : Pemerintah Diminta Libatkan Pemuda Sosialisasi Bahaya Covid-19

Terra Preta berbahan dasar arang sekam, pupuk organic dan bakteri starter EM4, yang mengandung konten bahan organik 50 kali lebih besar dan mengandung 3 kali lebih banyak posfor dan nitrogen seperti halnya tanah humus di hutan. Teknik ini juga membantu menghilangkan ketergantungan akan curah hujan dan pupuk kimia yang merusak tanah.Mahasiswa Unimed mengajak warga petani ikut andil menerapkan teknik 'Terra Preta' di Desa Tembung. Kegiatan penerapan terra preta ini dilaksanakan dalam rangka melaksanakan Program Kreatifitas Mahasiswa Penerapan Teknologi (PKM-T).Program ini bertujuan untuk menumbuhkan kreatifitas dan inovasi mahasiswa kepada persoalan yang dihadapi masyarakat melalui penerapan IPTEK yang menjadi solusi tepat bagi persoalan atau kebutuhan masyarakat yang berorientasi pada profit. PKM-T merupakan respon persoalan yang disampaikan oleh masyarakat. PKM-T memerlukan Surat Pernyataan Kesediaan Bekerjasama antara Mahasiswi Unimed dan warga petani yang juga akan memperoleh manfaat program.[br] Didampingi Dosen pendamping Ali Fikri Hasibuan SE MSi, para mahasiswa yang melakukan program ini di antaranya Dian Pahlevi Siregar mahasiswa Pendidikan Administrasi Perkantoran, Indah Putri mahasiswa Pendidikan Akuntansi, Ummi Zaimah, Hana Shafira keduanya jurusan Pendidikan Biologi dan Adelia Yesya Putri jurusan Pendidikan Kimia. “Tujuan dari kegiatan ini memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya kelompok tani Desa Tembung tentang pentingnya pertanian ramah lingkungan dan hemat biaya. Mengubah pola pikir masyarakat yang bergerak dibidang pertanian menjadi petani yang handal, memaksimalkan hasil pertanian dan meminimalkan biaya dalam satu kali masa panen, dan meningkatkan pendapatan dan membantu perekonomian petani di Desa Tembung,” ungkap Ali Fikri dilansir dari laman unimed, Minggu (22/08/2021).Salah satu mitra PKM-T Terra Preta, Wajil (25 tahun) sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswi Unimed. "Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Kegiatan ini memberi kami wawasan baru, sekaligus membantu kami dalam pengelolaan pengemburan tanah sehingga membuat semakin tanaman menjadi subur. Mungkin sebentar lagi kami bisa menerapkan terra preta ini secara mandiri. Harapannya agar penerapan ini terus dikembangkan kepada para petani lainnya,” jelasnya.Sementara Ketua PKM-T Terra Preta, Dian Pahlevi Siregar menambahkan kegiatan ini tidak hanya sebatas program PKM-T saja, harus tetap berlanjut dan dapat dipraktekan secara mandiri oleh para Petani. "Kami berharap program ini keberlanjutan dan berkembang. Sehingga dapat berdampak positif bagi masyarakat khususnya untuk para petani agar selalu menghasilkan sesuatu yang baru dan terus bermanfaat bagi sekitar," pungkasnya.(BS09)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Dari Budaya ke Kelas, Penguatan Pendidikan Anti Korupsi dalam Kurikulum Merdeka di Sumatera Utara

Pendidikan

Dimanja AI, Daya Juang Belajar Siswa di Sumatera Utara Perlu Dibangkitkan

Pendidikan

Presiden Prabowo Panggil Menteri ATR, Tata Kelola Pertanahan Jadi Perhatian

Pendidikan

Bulog Gandeng Tentara Serap Gabah, Kodim Bakal Dilibatkan

Pendidikan

Pemprov Sumut Dorong PADU Terus Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Pendidikan

Bos Baru Bulog Pede Bisa Serap 3 Juta Ton Beras dalam 3 Bulan