Lestarikan Budaya, Dosen Penmas FIP Unimed Resmikan Komunitas Dongeng

- Minggu, 22 Agustus 2021 06:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir082021/_385_Lestarikan-Budaya--Dosen-Penmas-FIP-Unimed-Resmikan-Komunitas-Dongeng.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST

Beritasumut.com-Dosen Pendidikan Masyarakat (Penmas) Universitas Negeri Medan (Unimed) melakukan pengabdian kepada masyarakat Desa Tanjung Rejo, Kabupaten Deli Serdang. Kegiatan tersebut bertujuan melestarikan budaya dan membangun kepercayaan diri anak-anak melalui pembentukan komunitas dongeng. Karakter generasi muda tidak cukup hanya dibentuk melalui pendidikan formal namun juga lewat pendidikan informal dan non-formal seperti kegiatan mendongeng. Pembentukan Komunitas Dongeng ini dilaksanakan mulai dari sosialisasi progam, latihan bercerita, hingga terbentuk karakter positif dalam diri anak-anak didik serta memiliki kepercayaan diri untuk tampil mendongeng. Program Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilakukan dengan melibatkan sivitas akademika dari jurusan Penmas Unimed ini memberikan pengetahuan kepada anak-anak di PKBM Laskar Pelangi, kelurahan Percut Sei Tuan mengenai pentingnya melestarikan dongeng sebagai kegiatan yang dapat meningkatkan karakter dan kepercayaan diri anak.

Baca Juga : Pelindo 1 Dukung Percepatan Pemulihan Covid-19 di Kota Medan

Dosen Jurusan Penmas sekaligus Ketua Program Pengabdian Kepada Masyarakat Fauzi Kurniawan SPsi MPsi saat meresmikan Komunitas Dongeng 'Sahabat Pelangi' di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Laskar Pelangi, mengungkapkan bahwa perubahan zaman yang semakin canggih, ditambah dengan situasi pandemi virus Corona memaksa semua untuk selalu menggunakan gadget dan terkoneksi dengan internet, tidak terkecuali anak-anak. "Mereka terhubung dengan dunia dan arus informasi yang tak terhingga, namun dengan lingkungan nyata yang terbatas. Hal ini akan berdampak pada tergerusnya nilai-nilai budaya lokal pada diri anak dan bahkan menggerus karakter pribadi anak itu sendiri. Sehingga kami termotivasi untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat untuk membentuk komunitas dongeng," ujarnya dilansir dari laman unimed, Minggu (22/08/2021).[br] Melalui komunitas dongeng, lanjutnya, untuk mengatasi dampak internet terhadap anak-anak sekolah dasar, guru dapat berlatih mendongeng untuk menciptakan situasi mengajar nyata dalam mempromosikan karakter yang baik. Melalui kegiatan mendongeng, anak dapat mempelajari berbagai karakter dari cerita rakyat dan menciptakan karakter dalam cerita/dongeng sebagai model peran. "Dengan dongeng nilai-nilai budaya lokal akan semakin dikenal, karena didalam dongeng terdapat berbagai fenomena budaya masyarakat seperti Keong Mas, Legenda Danau Toba, Timun Mas, Kancil dan Buaya, dan lain sebagainya. Dongeng memiliki arti tersendiri dalam menanamkan sikap, perilaku, dan kepercayaan diri pada anak. Ada makna yang luhur, sejarah, nilai agama, alam, norma, dan etika," sebutnya. Fauzi menambahkan, salah satu upaya dalam mempertahankan dongeng yang hampir punah sekarang ini adalah dengan membentuk komunitas dongeng untuk memunculkan kembali kegiatan mendongeng yang bisa menghubungkan tradisi antara waktu lampau dengan sekarang dan masa depan."Diharapkan dengan dibentuknya komunitas dongeng ini dapat berkontribusi bagi masyarakat terutama bagi generasi muda untuk tetap melestarikan nilai-nilai luhur dan kebudayaan lokal serta membentuk karakter anak dan kepercayaan diri mereka demi mewujudkan generasi emas Indonesia," pungkasnya.(BS09)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Kualitas Pendidikan di Sumatera Utara Masih Timpang, Akademisi Tawarkan Solusi Strategis

Pendidikan

Dari Budaya ke Kelas, Penguatan Pendidikan Anti Korupsi dalam Kurikulum Merdeka di Sumatera Utara

Pendidikan

Dimanja AI, Daya Juang Belajar Siswa di Sumatera Utara Perlu Dibangkitkan

Pendidikan

Peringati HUT ke-29, Pertamina Sumbagut Gelar Nuzulul Qur’an dan Santuni Anak Yatim

Pendidikan

Sambut Ramadan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Salurkan Santunan bagi Anak Yatim

Pendidikan

Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah Sukses Gelar PKM, Guru SD di Medan Kini Lebih Kompeten Cegah Stunting