Beritasumut.com - Pemberlakuan sekolah tatap muka pada Juli 2021 mendatang yang digaungkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Riset Nadiem Anwar Makarim menuai kritikan. Salah satunya dari pakar kesehatan Kota Medan Dr Umar Zein DTM&H SpPD.
Menurut Umar Zein, sekolah tatap muka dapat dilakukan lewat kesiapan yang cukup matang. Apalagi hingga kasus COVID-19 masih meningkat dan belum terkendali, termasuk Kota Medan dan beberapa Kabupaten Kota lainnya di Sumut.
"Pemberlakuan sekolah tatap muka harus dikoordinasikan dengan kepala daerah masing-masing. Apa suatu daerah sudah benar-benar siap apa tidak? Maka pemangku kepentingan harus duduk bersama membahasnya. Apalagi kasus Covid ini belum bisa kendalikan," ujarnya kepada wartawan, Minggu (06/06/2021).
Baca Juga : Persiapan PPDB di Sumut, Gubernur Edy Rahmayadi Pertimbangkan Kemungkinan Tatap Muka di Masa Pandemi
Kepala Daerah, Dinas pendidikan, Dinas Kesehatan, termasuk juga para ahli, lanjut Umar Zein, dapat duduk bersama untuk membahas metode apa yang bisa dilakukan menyesuaikan kondisi yang ada. "Harus ada koordinasi yang baik termasuk kesiapan pemerintah dengan metodenya, sehingga Orangtua siswa merasa yakin kalau pun sekolah tatap muka harus dilakukan," terangnya lagi.
[br] Umar Zein pun memaklumi, banyak masyarakat khususnya para Orangtua resah dengan pemberlakukan sekolah tatap muka. "Kondisinya memang saat dilema bagi masyarakat. Maka wajar jika Gubernur Sumut saat ini belum yakin sekolah tatap muka diberlakukan. Apalagi kesiapan masing-masing daerah menghadapi pandemi ini Berbeda-beda," paparnya.
Sebelumnya Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengaku akan segera menyikapi soal rencana pemberlakuan sekolah tatap muka. Mantan Pangkostrad itu mengaku tidak rela anak-anak menjadi korban hanya karena memaksa sekolah tatap muka. Edy pun mengaku akan segera mengumpulkan pakar kesehatan, pakar pendidikan, tokoh masyarakat menyikapi rencana sekolah tatap muka. (BS03)