Nadiem Makarim Kunjungi Candi Borobudur Dampingi Luhut, Mendikbud Komitmen Benahi Tata Kelola, dari Pelindungan sampai Pemanfaatan

- Sabtu, 13 Maret 2021 18:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir032021/_431_Nadiem-Makarim-Kunjungi-Candi-Borobudur-Dampingi-Luhut--Mendikbud-Komitmen-Benahi-Tata-Kelola--dari-Pelindungan-sampai-Pemanfaatan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST

Beritasumut.com - Kompleks Candi Borobudur menyandang beberapa status, yaitu Warisan Dunia, Kawasan Cagar Budaya peringkat nasional, Kawasan Strategis Nasional, Obyek Vital Nasional, dan terakhir sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas.

Karenanya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mendorong untuk lakukan pembenahan keseluruhan tata kelola, dari pelindungan sampai pemanfaatan, untuk memaksimalkan potensi kawasan ini.

Upaya tersebut diutarakannya saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengunjungi Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada Jumat (12/03/2021).

Menko Luhut menjelaskan, masalah utama yang tengah dihadapi Candi Borobudur adalah tekanan besar terhadap struktur candi. Hal ini disebabkan oleh peningkatan wisatawan Candi, yang mencapai 8.000 orang per hari pada 2019. Sementara, hasil studi Balai Konservasi Borobudur menunjukkan bahwa idealnya kawasan puncak Candi Borobudur hanya mampu menampung maksimal 128 pengunjung per sekali kunjungan setiap harinya.“Saat ini pemerintah tengah melakukan penajaman dan penerapan Rencana Induk Pariwisata Terpadu Borobudur-Yogyakarta-Prambanan untuk mengembangkan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Borobudur menjadi pariwisata berkualitas,” kata Menko Luhut, dilansir dari Kemdikbud.go.id, Sabtu (13/03/2021).Baca Juga : Kemenag Bakal Fasilitasi Candi Borobudur Jadi Pusat Perayaan Waisak Umat Buddha di Seluruh DuniaMelengkapi pernyataan Menko Luhut, Mendikbud menekankan pentingnya upaya pembenahan yang holistik. “Candi Borobudur merupakan monumen Buddhis terbesar di dunia. Karya adiluhung ini merupakan bukti luar biasa tingginya intelektualitas nenek moyang bangsa Indonesia. Karenanya, rencana pengembangan dan pemanfaatan haruslah berorientasi pada semangat untuk melestarikan kekayaan budaya bangsa,” tegas Menteri Nadiem.[br] Lebih lanjut Mendikbud menjelaskan upaya yang tengah dilakukan Kemendikbud. “Kemendikbud saat ini sedang menyusun rencana pengelolaan kompleks Candi Borobudur agar kawasan Borobudur lestari sebagai sebuah kesatuan lansekap budaya yang terdiri atas cagar budaya, lingkungan perdesaan, masyarakat, dan warisan budaya takbenda yang ada di dalamnya,” jelasnya.Beberapa hal yang diatur dalam rencana pengelolaan tersebut adalah peningkatan fasilitas interpretasi dan informasi mengenai nilai penting kompleks Candi Borobudur, peningkatan kualitas lingkungan hidup dan sumber daya alam, pengembangkan pariwisata berkelanjutan yang mendukung pelindungan kompleks Candi Borobudur dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, peningkatan kegiatan konservasi cagar budaya di kawasan, serta perbaikan tata kelola.“Pengembangan atraksi-atraksi penunjang pada sejumlah titik di sekitar kompleks Candi Borobudur sejatinya bertujuan untuk menyebar kunjungan wisata, sehingga mengurangi beban pada Candi Borobudur itu sendiri. Hal ini harus selaras dengan semangat melindungi lansekap budaya kompleks Candi Borobudur,” pungkas Mendikbud.

Baca Juga : Pemerintah Dorong Candi Borobudur Jadi Ikon Wisata Keagamaan Dunia

Selain Mendikbud, turut mendampingi Menko Marves adalah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti dan Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian. (BS09)


Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Menparekraf, Sandiaga Uno Resmi Buka Bussiness Event Forum Se-Asean di Yogyakarta

Pendidikan

Menko Marves : Kalau Kita Terintegrasi, Tidak Ada Yang Bisa Melawan Kita

Pendidikan

Sandiaga Uno Bawa Pesan Penting untuk Pengembangan Destinasi Super Prioritas

Pendidikan

Presiden Jokowi Terima Laporan Hasil Kunjungan Menko Marves ke Arab Saudi

Pendidikan

Pemerintah Sepakati Pemanfaatan Candi Prambanan dan Borobudur untuk Kegiatan Keagamaan

Pendidikan

Nadiem Beberkan Agenda Prioritas G20 di Bidang Pendidikan dan Kebudayaan