Beritasumut.com-Sekolah Tinggi Agama Buddha Nalanda Jakarta menggelar Webinar The Future Of Education, Sabtu (06/03/2021). Acara ini menghadirkan tiga orang pembicara masing-masing Ketua Kadin Medan Arman Chandra SE, Albert Masli BBA SE MM dan Rohaniawan Lina SE. Sementara keynote speaker Dr Muljadi SKom MM MBA CHC dan Moderator Guru PAUD Dewi Susanti Skom.Ketua Kadin Medan Arman Chandra dalam materinya, memberi penjelasan mengenai topik Strategi Pembelajaran di Era New Normal dan Dampaknya dalam Perspektif Ekonomi. Arman memaparkan dengan data-data pandemi covid-19 dari beberapa sumber tentang kondisi saat ini, Selain itu bagaimana dunia usaha menghadapi dengan mengikuti revolusi 4.0, termasuk dalam bidang pendidikan, dimana peningkatan permintaan alat-alat teknologi seperti laptop, smartphone, kamera dan lain lain. "Dengan kondisi ini jika perekonomian harus eksis maka harus mengikuti alur kebutuhan konsumen termasuk peningkatan pengguna kuota data, keadaan dan kebutuhan pasti akan sejalan," ujarnya.Sementara itu, Lina memberikan penjelasan mengenai pembelajaran secara daring menuntut tenaga pendidik untuk mampu berinovasi dalam melaksanakan pembelajaran. Pembelajaran seharusnya dirancang agar membawa peserta didik ke pengenalan nilai secara kognitif, penghayatan nilai secara afektif, dan akhirnya ke pengamalan nilai secara nyata.Dengan demikian semua yang dipelajari harus bermuatan pendidikan karakter. "Misi utama pendidikan tidak sekadar membuat peserta didik pintar dari segi intelektual, namun juga berkarakter baik. Pendidikan karakter bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan, membentuk manusia secara keseluruhan dan mengembangkan potensi yang dimilikinya sehingga pandai dalam berpikir, respek dalam bertindak, dan juga melatih setiap potensi diri seseorang agar dapat berkembang ke arah yang positif," sebutnya.Disebutkannya, pembelajaran bermuatan karakter yang dapat digunakan secara daring antara lain: Active Learning Bermuatan Karakter, Contextual Teaching and Learning (CTL) Bermuatan Karakter , Strategi Pembelajaran Inkuiri Bermuatan Karakter, Pembalajaran Berbasis Masalah Bermuatan Karakter, PAKEM Bermuatan Karakter., Pembelajaran Inovatif Bermuatan Karakter, Strategi Pembelajaran Afektif Bermuatan Karakter dan Quantum Learning Bermuatan Karakter.Hal itu, lanjutnya, karena karakter dianggap terbentuk tidak secara otomatis tetapi dikembangkan melalui pengajaran. "Artinya pendidiklah yang bertugas mengembangkan karakter peserta didik tersebut melalui pengajaran. Para pakar pendidikan pada umumnya sependapat tentang pentingnya upaya peningkatan pendidikan karakter melalui jalur pendidikan. Pendidik dapat menguraikan materi dan memberikan soal yang mengandung nilai demokratis, semangat kebangsaan, cinta tanah air, peduli sosial, peduli lingkungan, dan cinta damai," lanjutnya. Ditambahkannya, menumbuhkan semangat kebangsaan dan cinta tanah air dapat ditempuh dengan mengambil tema pembelajaran yang berkaitan dengan Indonesia. Sementara nilai peduli sosial dan lingkungan hidup dapat dicapai dengan membentuk kelompok diskusi yang harus peserta didik lakukan secara daring. "Sehingga rasa cinta damai ada diri siswa dapat tergugah membuat pembelajaran daring ini sekreatif mungkin, sehingga nilai-nilai karakter dapat tetap diimplementasikan," tambahnya.Sementara itu, Albert Masli memaparkan pandemi memberikan dampak yang sangat besar bagi kehidupan manusia, terhadap ekonomi, pariwisata, kesehatan maupun pendidikan. Dalam dunia pendidikan terdapat metode pembelajaran, infrastruktur, kurikulum, guru, murid, maupun orang tua, harus beradaptasi dengan baik. "Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan pembelajaran jarak jauh yang diterapkan secara nasional. Tentunya hal tersebut akan menjadi wajah baru dalam dunia pendidikan Indonesia, tidak hanya sebagai respon terhadap pandemi, bisa juga menjadi wajah pendidikan masa depan. Dapat diprediksi bahwa blended learning maupun pendidikan daring akan menjadi masa depan pendidikan di Indonesia," sebutnya. Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia kita dalam menghadapi perubahan tersebut, terutama guru dan dosen harus dapat beradaptasi dan transformasi dengan cepat, agar dapat menjadi tenaga pendidik yang menghadirkan kualitas pembelajaran yang efektif, efisien, dan juga menyenangkan. "Oleh sebab itu, guru atau dosen adalah ujung tombak dalam pendidikan di masa depan. Proses pembelajaran daring memerlukan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, guru, dosen, peserta didik, dan tentunya peran orang tua, serta lingkungan peserta didik harus mendukung keberhasilan proses pembelajaran daring tersebut," ujarnya.(BS10)