Lab Fakultas Kedokteran UIN Jakarta Jadi Surveilans Genom Virus SARS CoV-2

- Rabu, 13 Januari 2021 19:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir012021/_2573_Lab-Fakultas-Kedokteran-UIN-Jakarta-Jadi-Surveilans-Genom-Virus-SARS-CoV-2.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST

Beritasumut.com-Laboratorium Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ditunjuk sebagai salah satu dari 12 perguruan tinggi di Indonesia yang menjadi laboratorium tentang Surveilans Genom Virus SARS CoV-2. Penunjukkan ini sekaligus menjadikan Fakultas Kedokteran UIN Jakarta sebagai salah satu pusat kajian dan riset untuk mengetahui epidemiologi molekuler, karakteristik, dampak pada kesehatan, dan pelacakan kasus untuk manajemen, pencegahan dan penanggulangan Covid-19. Fakultas Kedokteran UIN Jakarta juga akan menjadi lokus koordinasi, baik di tingkat nasional maupun global.

Dekan Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Hari Hendarto, dilansir dari Kemenag.go.id, Rabu (13/01/2021) menyatakan bahwa penunjukkan FK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini sebagai tindaklanjut dari Nota Kesepahaman Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) dan Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia tentang Surveilans Genom Virus SARS CoV-2 pada Jumat (08/01/2021) lalu.

Menurut dokter spesial penyakit dalam, lulusan salah satu universitas di Jepang ini, hasil Surveilans Genom SARS CoV-2 yang diperoleh, akan memungkinkan Indonesia melakukan prediksi, dan mengambil tindakan pencegahan, penanganan, serta pelaporan yang cepat dan tepat. Hal ini sangat diperlukan dalam upaya pengendalian pandemi Covid-19, sebagaimana yang pernah terjadi mutasi virus secara masif di Inggris.

“Saat ini, Laboratorium Fakultas Kedokteran UIN Jakarta telah berhasil menemukan 5 (lima) mutasi baru dari strain virus SARS Cov-2 yang dianggap paling berbahaya, terutama dari beberapa sample di wilayah Banten,” papar Hari Hendarto.

Senada itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdhani, mengapresiasi dan bersyukur atas capaian UIN Syarif Hidayatulllah Jakarta yang berkontribusi secara nyata terhadap wabah virus covid-19 dan terus menganalisa berbagai mutasi virus ini. Menurutnya, hal ini menjadi bagian kontribusi UIN dalam ikut menyelamatkan manusia, bukan hanya di Indonesia tetapi masyarakat global.

“Ini adalah langkah nyata bahwa kontribusi PTKI bukan hanya pada persoalan keislaman an sich, tetapi juga berkontribusi terhadap persoalan di bidang kedokteran dan kesehatan. Kami sangat bangga untuk ini semua,” ungkap guru besar UIN Sunan Gunung Djati, Bandung ini.

Sementara, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Suyitno, menyatakan, terpilihnya Fakultas Kedokteran UIN Jakarta sebagai Surveilans Genom Virus SARS CoV-2 menunjukkan bahwa kualitas riset dan laborartorium UIN Jakarta ini sama bahkan bisa jadi lebih baik dibanding laboratorium Fakultas Kedokteran lainnya di tanah air.

“Tentu, saya siap mendukung ini dengan sekuat tenaga. Sebab ini adalah langkah konkret kontribusi PTKI dalam penggulangan Covid yang telah memakan banyak korban,” pungkas guru besar UIN Raden Fattah Palembang ini. (BS09)


Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Polisi Gerebek Laboratorium Ekstasi di Medan, Enam Orang Ditangkap

Pendidikan

Kasus Covid-19 di Singapura Meningkat, Dua Kasus Aktif Dilaporkan di Sumut

Pendidikan

Pemko Medan Apresiasi Beroperasinya Laboratorium Medis Sultan

Pendidikan

Singapura-Malaysia Laporkan Peningkatan Covid-19, Dinkes Sumut Ajak Kembali Jaga Prokes

Pendidikan

Pandemi Belum Dicabut, Masyarakat Sudah Acuh

Pendidikan

Pemprov Sumut Raih Penghargaan Penanganan Covid-19 Terbaik Ke-2 Wilayah Sumatera