Beritasumut.com-Dua dosen dan sejumlah mahasiswa Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah Medan melaksanakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di PAUD Al Mirah, Jalan Limau Manis, Pasar XIII, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deli Serdang, pada Kamis (17/12/2020) lalu.
Diketuai oleh Tiflatul Husna SPd MPd, didampingi anggotanya Putri Juwita SPd MPd, kegiatan PKM kali ini mengetengahkan tema yang tak jauh dari persoalan masyarakat saat ini, yakni kondisi pandemi Covid-19 yang mengharuskan pembelajaran di rumah saja.
"Sehingga sosialisasi yang diberikan harus menjawab persoalan yang ada, setidaknya memberikan wawasan tambahan untuk mengindari stres dan panik. Mengingat banyaknya kasus Orangtua yang kewalahan dalam menghadapi anak-anaknya," ujar Tiflatul Husna kepada wartawan, Rabu (23/12/2020).
Dia menyebut, dalam pengabdian yang juga salah satu implementasi Tri Dharma perguruan tinggi ini, Timnya memilih sosialisasi bertema Fitrah Based Education (FBE).
"Dalam metode FBE ini terdapat delapan fitrah yang harus dipenuhi. Jika salah satu dari fitrah itu tidak dicukupi, maka yang terjadi adalah kegelisahan. Ke delapan fitrah itu adalah fitrah keimanan, bakat, seksualitas dan cinta, estetika dan bahasa, belajar dan bernalar, individualitas dan sosialitas, jasmani, dan perkembangan," jelas Tiflatul.
Bersama rekannya, Putri, Tim Dosen UMN memperkuat dan memperdalam salah satu dari 8 poin FBE tersebut yakni fitrah keimanan. "Pada usia 0-2 tahun, penanam fitrah iman kepada anak dapat dilakukan saat fase menyusui anak. Saat menyusui hendaknya ibu melakukan tatapan, elusan, dengan rasa kasih sayang," jelasnya.
Sementara itu, di usia 3-6 tahun diberikan imaji-imaji positif tentang Sang Pencipta, dalam Agama Islam, pengenalan fitrah ini dimulai dari mengenal dzat Allah SWT, para Rasul, sahabat-sahabat Nabi, apa itu Islam, hingga nilai kebaikan lainnya sehingga melahirkan kesan dan cinta yang mendalam dalam hati anak. "Cinta sebelum Islam, Iman sebelum Amal. Tidak diperkenankan menceritakan kejadian-kejadian seram seperti neraka, perang, siksa kubur, kiamat, dan lainnya di usia ini," lanjut Tiflatul.
Dia menyebut, Ustadz Harry Santosa selaku pakar FBE mengatakan, jika kita sudah melakukan tahapan-tahapan fitrah ini dengan sesuai, Insyaallah ke depan anak akan terpanggil sendiri hatinya untuk ibadah. "Inilah poin penting dari merawat fitrah keimanan, yaitu hati yang ingin selalu menyembah kepada Allah,†tegas Tiflatul.
Senada itu, Kepala PAUD Al Mirah Helvira Destari SP mengucapkan apresiasi kepada dosen-dosen yang telah memberikan sosialisasi di sekolahnya. "Ke depan, PAUD Al Mirah siap bekerjasama terkhusus dalam hal untuk memajukan pendidikan," pungkasnya. (BS02)