Beritasumut.com-Dosen Biologi FMIPA Unimed lakukan pengembangan budidaya jamur tiram di lingkungan kampus FMIPA Unimed. Dengan Ketua tim Dr Martina Retuati MSi beranggotakan Ahmad Safwan S Pulungan SPd MSi dan Ricky Andi Syahputra SPd MSc. Kegiatan tersebut merupakan Program Pengabdian Kepada Masyarakat Tahun 2020.
Kegiatan yang dibuka di pelataran Lab Biologi tersebut dibuka Dekan FMIPA Dr Fauziyah Harahap MSi, Wakil Dekan III Drs M Yusuf Nasution MSi, Ketua LPPM Prof Dr Baharuddin MPd, Wakil Ketua Dewan Riset Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Prof Dr Abdul Hamid K MPd, Ketua Badan Pengelola Usaha (BPU) Dr Zulkarnain, Dosen dan Mahasiswa Biologi Unimed.
“Budidaya jamur tiram pernah dirintis di tahun 2018 dan sudah berhasil membuahkan hasil yang menggembirakan. Dahulu kita masih memiliki 1300 baglog, saat ini sudah 5000 baglog. Tahun 2020 ini, program pengabdian masyarakat ini dikembangkan kembali untuk mendapatkan hak paten, sertifikat halal dan juga mengembangkan pengemasannya agar bisa menjadi bagian unit bisnis. Diharapkan agar program ini terus dikembangkan sehingga dapat menempus pasar lokal maupun supermarket sehingga menjadi pemasukan bagi Universitas," ujar Ketua Tim Dr Martina dilansir dari laman unimed.ac.id, Minggu (13/09/2020).
Senada, Ketua LPPM Prof Dr Baharuddin mengatakan budidaya jamur ini bisa dikembangkan menjadi unit bisnis baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus."Kuliner berbahan jamur saat ini memiliki peminat yang besar. Kami juga mendukung agar proses sertifikat halal segera melekat pada produk ini. Di samping itu, kami harapkan budidaya jamur ini juga bia dikembangkan pada mahasiswa, sehingga tidak hanya pengabdian tetapi juga menjadi peluang usaha yang menjanjikan," katanya.
Dekan FMIPA Dr Fauziyah Harahap mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi kegiatan Program Pengabdian Kepada Masyarakat Pengembangan Budidaya Jamur yang dilakukan di lingkungan kampus FMIPA Unimed. "Program ini kami harapkan dapat terus dikembangkan dan juga menjadi bahan praktek dan penelitian bagi mahasiswa. Selain itu, juga dapat memberikan pemasukan bagi kampus," jelasnya.
Apresiasi juga diberikan Wakil Ketua Dewan Riset Sumut Prof Dr Abdul Hamid. Di masa pandemi saat ini, katanya, ketahanan pangan menjadi topik hangat yang diperbincangkan baik dalam skala nasional maupun global. Budidaya jamur ini merupakan salah satu solusi ketahanan pangan dan pendapatan bagi masyarakat. "Kami juga akan mengajukan hal ini kepada Gubernur Sumatera Utara untuk menjadi salah satu program pengabdian masyarakat," pungkasnya.(BS09)