Kelompok Kerja Guru SLB Aceh Luncurkan Buku tentang Pengalaman Mengajar Saat Pandemi Covid-19

- Rabu, 17 Juni 2020 16:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir062020/_9012_Kelompok-Kerja-Guru-SLB-Aceh-Luncurkan-Buku-tentang-Pengalaman-Mengajar-Saat-Pandemi-Covid-19.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST

Beritasumut.comâ€"Sejumlah guru yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) Sekolah Luar Biasa (SLB) Aceh meluncurkan buku “Suara Mereka Disaat Pandemi Covid-19”. Peluncuran buku tersebut dilakukan melalui konferensi video di aplikasi Zoom, awal pekan ini.Buku “Suara Mereka Disaat Pandemi Covid-19” merupakan kumpulan tulisan pengalaman guru Pendidikan Luar Biasa (PLB) saat melakukan proses belajar mengajar secara dalam jaringan (daring) saat Pandemi Covid 19. Dimana dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) para guru-guru Pendidikan Luar Biasa (PLB) mengalami berbagai tantangan, terutama siswa yang memiliki latar belakang yang berbeda dan berkebutuhan khusus.Ketua KKG SLB Aceh sekaligus inisiator, Lena Yanti BrP ST SPd MPd, melalui siaran persnya, Rabu (17/06/2020) menjelaskan bahwa buku ini merekam berbagai pengalaman guru Pendidikan Luar Biasa saat Covid-19 terjadi. Dimana menurut Lena, Covid-19 tersebut bukan hanya menyentuh pada dunia kesehatan saja, melainkan juga menyentuh pada dunia lainnya seperti: ekonomi, sosial, agama, hingga dunia pendidikan.“Pengalihan aktivitas belajar mengajar ini tidak semua berjalan mulus sesuai harapan. Memang sistem belajar secara online berbeda jika dibandingkan dengan bertatap langsung. Banyak tantangan yang ditemui dengan metode pengajaran secara online ini. Terutama anak-anak berkebutuhan khusus, di kondisi normal saja perlu perlakuan khusus apalagi saat seperti sekarang ini,” kata Lena saat melakukan peluncuran buku secara daring.Dalam kesempatan tersebut, Lena juga mengucapkan terima kasih kepada para penulis yang telah ikut bergabung dalam menuangkan ide dan pemikiran dalam buku bersama ini dan juga kepada Ikatan Guru Pendidikan Khusus (IGPKh) Indonesia Provinsi Aceh yang telah mendukung penuh atas penerbitan karya ini.Sementara itu, Kadis Pendidikan Aceh, Drs Rahmat Fitri HD MPA merasa bangga dan memberi apresiasi kepada para guru-guru “carong” yang telah mampu menghasilkan sebuah maha karya luar biasa ini. Dia berharap, kepada para guru terkhusus para guru PLB untuk terus berkarya dan membina generasi bangsa demi menyongsong masa depan anak bangsa.“Atas nama Kepala Dinas Pendidikan Aceh mengucapkan terima kasih dan apresiasi khusus kepada para Para Guru PLB yang telah menuangkan berbagai ide dan pengalaman dalam bentuk buku. Demikian juga kepada penggagas, para penulis, editor dan semua pihak yang telah berpartisipasi dalam proses penyusunan karya ini,” kata Rahmat Fitri.Buku ini diinisiasi oleh KKG SLB Aceh, ditulis oleh Lena Yanti, DM Ria Hidayati, Zulfajra, Zora Fitriana, Wahyu Afriyola, Nurlinawati, Hera Mika Yulis, Idarmiati, Nurul Maulida Sari, Jamilah, Rena Meilani, Yossi Novianti, Rahmad Syah Putra, Saifan Irwan, Zubaidah dan Cut Intan Salasiyah. (Rel)


Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Pemko Medan Apresiasi Launching Buku Inspiratif "Menghadang Badai Kehidupan"

Pendidikan

Kasus Covid-19 di Singapura Meningkat, Dua Kasus Aktif Dilaporkan di Sumut

Pendidikan

Singapura-Malaysia Laporkan Peningkatan Covid-19, Dinkes Sumut Ajak Kembali Jaga Prokes

Pendidikan

Pandemi Belum Dicabut, Masyarakat Sudah Acuh

Pendidikan

Pemprov Sumut Raih Penghargaan Penanganan Covid-19 Terbaik Ke-2 Wilayah Sumatera

Pendidikan

Presiden Jokowi Beri Penghargaan Atas Kontribusi Dalam Penanganan Pandemi COVID-19