Beasiswa Kemenag 5000 Doktor, Program Magister Lanjut Doktor Luar Negeri

- Kamis, 02 April 2020 17:05 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir042020/_7947_Beasiswa-Kemenag-5000-Doktor--Program-Magister-Lanjut-Doktor-Luar-Negeri.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST

Beritasumut.com-Kementerian Agama (Kemenag) RI, melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam telah membuka program beasiswa unggulan yaitu "Integrated Master-Doctor (IMD)” atau Program Magister Lanjut Doktor Luar Negeri. Pendaftaran beasiswa yang merupakan inovasi program 5000 Doktor ini, dibuka mulai tanggal 26 Maret hingga 31 Mei 2020.

Hal ini disampaikan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Arskal Salim di Jakarta. “IMD merupakan inovasi program baru dari skema beasiswa 5000 Doktor Luar Negeri yang telah diluncurkan pada Desember tahun 2019 lalu," kata Arskal, dilansir dari Kemenag.go.id, Selasa (02/04/2020).

Arskal menerangkan bahwa IMD adalah program pendidikan jenjang magister (S-2) dilanjutkan ke jenjang Doktor (S-3) nonstop, yang ditujukan bagi sarjana baru (fresh graduate) berprestasi. “Pendidikan dilaksanakan selama 4,5 tahun dengan rincian 1,5 tahun untuk jenjang magister dan 3 tahun untuk jenjang Doktor. Lulusan program ini akan mendapatkan dua ijazah sekaligus, yaitu ijazah magister dan doctor,” terangnya.

Arskal menuturkan, program yang menyasar para sarjana baru alumni Perguruan Tinggi Agama Islam (PTKI) ini, bertujuan untuk meningkatkan kualifikasi sumber daya manusia (SDM) dilingkungan PTKI. Menurut Arskal, selama mengikuti pendidikan, peserta mendapatkan beasiswa penuh dari Kementerian Agama RI berupa biaya pelatihan Bahasa dan Akademik pra keberangkatan, termasuk biaya hidup selama pelatihan, dan biaya keberangkatan yang terdiri dari tiket pulang pergi, visa, dan biaya penyesuaian hidup.

Selain itu, juga diberikan biaya perkuliahan penuh, termasuk biaya pendaftaran universitas, dan biaya hidup seperti kebutuhan harian. Penerima beasiswa juga mendapat bantuan tempat tinggal, asuransi kesehatan serta biaya pengembangan akademik. "Biaya pengembangan akademik ini meliputi bantuan penelitian, bantuan biaya publikasi ilmiah, dan bantuan pembelian buku," jelas Arskal.

Lebih lanjut, Arskal mengatakan pendaftar yang terpilih menjadi penerima beasiswa (awardee) setelah selesai pendidikannya harus kembali ke Indonesia dan bersedia mengabdi pada PTKI. Untuk mengikuti seleksi program ini, calon peserta dapat mendaftar dan mengirimkan persyaratan tersebut di atas melalui laman: http://scholarship.kemenag.go.id mulai tanggal 26 Maret hingga 31 Mei 2020.

"Informasi lebih lanjut calon peserta dapat menghubungi WA Center 5000 Doktor Luar Negeri 081287813031 atau email program5000doktor@gmail.com," pungkasnya. (BS09)


Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Program Beasiswa S1 ke Timur Tengah, Diktis Kemenag Matangkan Persiapan Seleksi Mahasiswa

Pendidikan

Kemenag Berikan Beasiswa Penuh Hingga Lulus di MAN Program Keagamaan, Cek Syarat Pendaftarannya

Pendidikan

Kemenag RI Buka Program Beasiswa Santri Berprestasi Mulai 1 April 2019

Pendidikan

Seleksi Beasiswa S1 dari Kemenag ke Timur Tengah Segera Diumumkan