UISU Harus Berperan Bangun Perkebunan di Sumut

- Senin, 16 Desember 2019 15:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir122019/8450_UISU-Harus-Berperan-Bangun-Perkebunan-di-Sumut.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS04
Beritasumut.com-Civitas akademika Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) harus berperan serta membangun pertanian khususnya sub sektor perkebunan dengan teknologi modern karena pemerintah Sumatera utara hanya sebagai fasilitator.

 

"Kami tunggu melalui universitas ini, pengembangan teknologi pertanian, khususnya sub sektor perkebunan menuju era industri 4.0 karena majunya perkebunan Sumatera Utara itu salah satunya ditentukan adanya inovasi teknologi," demikian disampaikan Gubernur Sumut, diwakili Sekretaris Dinas Pertanian Pemprovsu, Ir Nazri MMA saat membuka Seminar Nasional di Auditorium UISU Jalan Sisingamangaraja, Sabtu (14/12/2019). 

 

Seminar nasonal dengan tema Kajian Strategis Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit Nasional Menghadapi Era Industri 4.0 dalam rangka Milad ke-55 Fakultas Pertanian UISU. Hadir pada kesempatan itu Sekretaris Yayasan UISU Ir Indra Gunawan MP, Pembina Yayasan Ir Rizal Fahmi, Dekan Fakultas Pertanian Dr Murni Sari Rahayu MP serta dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian UISU.

 

Kata dia, saat ini kelapa sawit tercatat sebagai produk utama bagi provnsi Sumut yang mempunyai daya saing kompetitif dengan luas areal mencapai 1,2 juta hektar dengan produksi CPO mencapai 3,4 juta ton sehingga menjadikan provinsi Sumut sebagai penghasil CPO terbesar kedua di Indonesia. Ekspor minyak sawit dengan tujuan utama Tiongkok, Pakistan, India dan Rusia 75% dalam bentuk CPO dan PKO sangat berimplikasi terhadap stabilisasi harga tandan buah segar.

 

Stabilisasi harga juga sangat dipengaruhi oleh pengembangan hilirisasi. Karena itu, peran kawasan ekonomi khusus Sei Mangkei juga ditujukan untuk dapat membantu meminimalisir permasalahan harga CPO di Indoensia yang didukung dengan kebijakan mandatori B-20 untuk penggunaan biosolar.

 

Rektor UISU Dr H Yanhar Jamaluddin, MAP kepada wartawan, Minggu (15/12/2019) mengatakan, kehadiran alumni bisa memberi kontribusi, berbagai pemikiran untuk kontribusi pembangunan nasional khusus bidang perkebunan di Sumut. Dalam kontek luas, adalah upaya ikut pembangunan perkebunan secara nasional.

 

Arah kebijakan umum pembangunan perkebunan 2015-2019 salah satunya adalah pengembangan kawasan atau penguatan sistem. Arah kebijakan umum ini kemudian derivasi dalam kebijakan khusus diantara pengembangan sumber daya insani perkebunan dan penguatan kelembagaan perkebunan dan kemitraan usaha perkebunan. Dimana, sambung Rektor, peran UISU bisa ikut serta dalam mengimplentasikan kebijakan tersebut. 

 

Menurut Rektor, bahwa UISU bisa ikut dalam pengembangan sumberdaya insani perkebunan lewat lembaga/unit penelitian, pengabdian masyarakat, dan unit kerja bidang pertanian setidak kalaborasi bisa menghasilkan berbagai program, apakah itu pemberdayaan, pendidikan, pelatihan dan penelitian. (BS04)


Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Sejarah, Pemanasan Piala Dunia U-17 Digelar di Sumut, Bobby Nasution: Pembuktian Sumut Bisa Gelar Laga Internasional

Pendidikan

Serahkan LKPD Tahun 2024 ke BPK, Gubernur Sumut Targetkan Raih WTP ke-11

Pendidikan

Gubernur Sumut Luncurkan Mudik Gratis Lebaran Bagi Mahasiswa di Luar Sumatera

Pendidikan

Gubernur Sumut Sampaikan Lima Plus Satu Program Prioritas Pembangunan

Pendidikan

Forkopimda Sumut Kompak hadiri Paripurna Mendengarkan Pidato Sambutan Gubernur

Pendidikan

Hari Pertama Ngantor, Gubernur Sumut Bobby Nasution Tekankan Tugas Pemerintah Melayani Masyarakat