Dosen Unimed Latih Petani Aek Sipitudai Sianjurmulamula Olah Limbah jadi Pupuk

- Minggu, 22 September 2019 07:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir092019/8172_Dosen-Unimed-Latih-Petani-Aek-Sipitudai-Sianjurmulamula-Olah-Limbah-jadi-Pupuk.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Tim dosen Unimed yang terdiri dari Dr Ir Nurfajriani MSi, Dr Nurdin Bukit MSi dan Drs Lazuardi MSi, melalui kegiatan PKM melaksanakan kegiatan sosialisasi, penyuluhan dan pelatihan dalam pengolahan limbah organik dan kotoran ternak menjadi pupuk kompos di Desa Aek Sipitudai, Kecamatan Sianjurmulamula, Kabupaten Samosir.

 

Dilansir dari laman unimed.ac.id, Minggu (22/09/2019), ada dua mitra kelompok tani yang terlibat dalam kegiatan PKM, yaitu Kelompok Tani Dalito dengan Ketua Panal M Sagala dan Kelompok Tani Anak Manjae dengan Ketua Saut Limbong. Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Desa Jenri Limbong, Pendamping dari LPM Rita serta Dosen dan Mahasiswa Unimed. 

 

Dr Ir Nurfajriani selaku Ketua Tim PKM mengatakan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bagi dosen merupakan bagian dari kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus dilaksanakan. Melalui kegiatan PKM ini tim pelaksana dapat memberikan kontribusi langsung dan nyata kepada masyarakat dalam peningkatan ketrampilan, pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. 

 

"Harapan tim pelaksana dengan adanya kegiatan PKM ini masyarakat Desa Aek Sipitudai, khususnya mitra Kelompok Tani Dalito dan Kelompok Tani Anak Manjae, ada peningkatan ketrampilan dalam pengolahan limbah jerami, kulit kopi dan limbah organik lainnya serta kotoran ternak menjadi produk pupuk organik dengan kualitas yang baik melalui inovasi TTG," ujarnya.

 

Dr Ir Nurfajriani menambahkan mitra diharapkan memahami manajemen usaha sehingga kedua mitra termotivasi membuka usaha baru, meningkatnya penghasilan mitra, terwujudnya mimpi mitra menjadi masyarakat yang sejahtera dan mandiri secara ekonomi. "Tim Dosen Pelaksana PKM ini akan terus berkontribusi dan bekerjasama dengan masyarakat, mitra dan pemerintah setempat dalam hal pengembangan potensi yang ada dan peningkatan ketrampilan masyarakat agar lebih kreatif dalam memanfaatkan sumber daya yang ada," jelasnya.

 

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Dalito dan Ketua Kelompok Tani Anak Manjae menyampaikan apresiasi dan rasa terimakasih atas kontribusi Unimed melalui para dosen dan mahasiswa yang telah melakukan sosialisasi dan pelatihan pembuatan kompos dari limbah organik dan kotoran ternak melalu teknik TTG dan menyerahkan seperangkat alat pencacah limbah organik. 

 

“Kami akan dapat mengolah limbah organik yang tersedia cukup banyak menjadi pupuk organik yang sangat kami butuhkan untuk kegiatan pertanian. Masyarakat mitra juga sangat senang dengan kehadiran tim dosen Unimed dalam kegiatan PKM dan berharap adanya keberlanjutan kegiatan dari bapak/ibu dosen serta mahasiswa Unimed dalam berbagi ilmu agar menambah wawasan dan ketrampilannya. Harapan masyarakat Aek Sipitudai juga semoga semua kegiatan Tri Dharma dari para dosen Unimed akan terus bermanfaat bagi masyarakat luas," ungkap Ketua Kelompok Tani Dalito Panal M Sagala.(BS09)

 


Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Dari Budaya ke Kelas, Penguatan Pendidikan Anti Korupsi dalam Kurikulum Merdeka di Sumatera Utara

Pendidikan

Dimanja AI, Daya Juang Belajar Siswa di Sumatera Utara Perlu Dibangkitkan

Pendidikan

Bulog Gandeng Tentara Serap Gabah, Kodim Bakal Dilibatkan

Pendidikan

Pemprov Sumut Dorong PADU Terus Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Pendidikan

Bos Baru Bulog Pede Bisa Serap 3 Juta Ton Beras dalam 3 Bulan

Pendidikan

Presiden Prabowo Beri Restu Impor demi Penuhi Kebutuhan Pupuk Subsidi