Mahasiswa Biologi Unimed Eksplorasi Anggrek Tien Soeharto

- Minggu, 07 Juli 2019 09:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir072019/8724_Mahasiswa-Biologi-Unimed-Eksplorasi-Anggrek-Tien-Soeharto.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Indonesia dikenal sebagai salah satu negara mega biodiversitas karena memiliki keanekaragaman hayati yang tergolong tinggi dan merupakan pusat keanekaragaman hayati di dunia (megacenter of biodiversity). Untuk tumbuhan, Indonesia diperkirakan memiliki 25 % dari spesies tumbuhan berbunga yang ada di dunia yang jumlahnya lebih kurang 20.000 spesies dan 40 % nya merupakan tumbuhan endemik Indonesia. Salah satu tumbuhan berbunga endemik Indonesia adalah Anggrek Tien Soeharto (Cymbidium hartinahianum JB Comber & Nasution).

 

Anggrek Tien Soeharto merupakan spesies anggrek endemik yang hanya tumbuh di daerah tertentu di Sumatera Utara (Sumut) dan juga di Gunung Leuser, Aceh. Pemberian nama pada tanaman ini didasarkan sebagai penghargaan kepada ibu Negara yaitu ibu Hartina/Tien Soeharto karena jasanya melakukan upaya pelestarian anggrek di Indonesia. Anggrek ini pertama kali di temukan pada tahun 1976 oleh peneliti Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI) di Tele, Kabupaten Samosir, Sumut.

 

Jumlah Anggrek Tien Soeharto cukup sedikit dan ini kemungkinan besar akan berkurang karena sulitnya Anggrek Tien Soeharto tumbuh pada suatu tempat atau lokasi yang bukan habitat aslinya, sehingga dibutuhkan strategi konservasi in situ untuk mempertahankan eksistensi tumbuhan ini.

 

Melihat hal tersebut, sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed) melakukan eksplorasi dan membuat peta sebaran beserta data habitat Anggrek Tien Soeharto berdasarkan data spasial. Kelompok mahasiswa Biologi yang tergabung dalam PKM-P terdiri dari Febry Indriani Syafitri, Desi Sakinah Tinendung, Ibnu Arief Habibie dan didampingi dosen pembimbing Dr Tri Harsono MSi dan Eko Prasetya MSc. 

 

"Pemetaan ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan wilayah konservasi in situ dan mengetahui tipe habitat secara umum pada anggrek Tien Soeharto. Informasi ini dapat digunakan untuk menyusun upaya konservasi yang efektif dan efisien sehingga dapat menjaga Anggrek Tien Soeharto di Sumatera Utara dari sehingga terhindar dari kepunahan," ujar Febry dilansir dari laman unimed.ac.id, Minggu (07/07/2019).

 

Sejauh ini, Febry dan teman teman yang juga bekerja sama dengan Grace Dayanti Simatupang dan dosen pembimbing skripsinya Selvia Dewi Pohan SSi MSi telah menemukan 45 titik sampel keberadaan Anggrek Tien Soeharto yang diperoleh dari wilayah Gunung Sibuatan, Kabupaten Karo, Sumut, dengan ketinggian 1800-2400 mdpl.

 

Keberadaan Anggrek Tien Soeharto di Gunung Sibuatan pertama kali ditemukan oleh Yusran Efendi Ritonga dan Hary Prakasa (Alumni Unimed) dan tim pendaki pada April 2017 yang merupakan pendamping peneliti di lapangan. Febry dan teman teman juga melakukan eksplorasi ke wilayah di mana anggrek ini pertama kali ditemukan, yaitu Dusun Baneara, Desa Partungko Naginjang, Tele, Kabupaten Samosir tetapi tidak didapati satu pun tanaman Anggrek Tien Soeharto.

 

“Dengan diadakan eksplorasi ini kami berharap dapat menjadikan wilayah tersebut sebagai wilayah konservasi dan lokasi penelitian karena wilayah tersebut masih banyak terdapat flora endemik lainnya yang bisa diteliti. dan dengan penelitian ini juga memiliki manfaat kepada masyarakat kedepannya sebagai informasi serta penunjuk jalan atau pembawa  jalan menuju lokasi anggrek tien soeharto yang ada di Gunung Sibuatan," kata Febry.

 

Untuk melakukan upaya konservasi Febry dan kawan-kawan akan meberikan data habitat/keberadaan anggrek Tien Soeharto ke pada Balai besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA). "Harapannya pihak BBKSDA dan pemerintah langsung melakukan upaya konservasi terhadap anggrek tersebut," pungkas Febry.(BS09)


Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Dari Budaya ke Kelas, Penguatan Pendidikan Anti Korupsi dalam Kurikulum Merdeka di Sumatera Utara

Pendidikan

Dimanja AI, Daya Juang Belajar Siswa di Sumatera Utara Perlu Dibangkitkan

Pendidikan

Pemprov Sumut Dorong PADU Terus Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Pendidikan

PKM Unimed Kembangkan Usaha Menjahit Rumahan Berbasis Rental Busana

Pendidikan

DWP Kota Binjai Lakukan Kunjungan Ke Posyandu Anggrek III

Pendidikan

PKM UNIMED Latih Siswa SMKS Desain Pola Busana Secara Digital