Presiden Jokowi: Setalah SD, SMP, SMA/SMK, Tahun Depan Akan Dikeluarkan KIP untuk Kuliah

- Rabu, 06 Maret 2019 21:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir032019/1041_Presiden-Jokowi--Setalah-SD--SMP--SMA-SMK--Tahun-Depan-Akan-Dikeluarkan-KIP-untuk-Kuliah.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Setelah mengeluarkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk siswa SD, SMP, hingga SMA/SMK, pemerintah berencana akan mengeluarkan KIP untuk membantu membiayai mereka yang berkuliah di perguruan tinggi.

 

“Ini penting KIP kuliah agar anak-anak kita terjamin bisa berprestasi di SD, SMP, SMA, SMK, tetapi juga bisa naik untuk juga bisa kuliah,” kata Presiden Jokowi saat menghadiri acara Sosialisasi Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Gelanggang Olahraga (GOR) Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (06/03/2019).

 

Terkait PKH, Presiden Jokowi menyampaikan jika tahun lalu anggaran Rp1.890.000 per penerima, tahun ini meningkat drastis karena anggaran yang sebelumnya seluruh Indonesia 19 triliun semuanya, tahun ini jadi Rp34 triliun.“Yang dulunya dapat Rp1.890.000 sekarang ada yang dapat Rp 8 juta, ada yang dapat Rp2,7 juta, ada yang Rp4 juta lebih,” ungkap Presiden Jokowi.

 

Setelah Januari lalu dicairkan tahap pertama, nanti bulan April akan dilakukan pencairan tahap kedua PKH. Presiden berpesan, agar penggunan PKH yang sudah dicairkan jangan segera dihabiskan. Ia minta agar direm penggunaan anggaran PKH, dan penggunaannya hendaknya yang tepat sasaran.“Digunakan untuk seragam sekolah boleh. Dipakai untuk beli sepatu dan tas sekolah boleh. Dipakai untuk beli telur boleh. Dipakai untuk beli ikan boleh. (Boleh). Untuk gizi anak boleh. Dipakai untuk beli pulsa boleh? (Tidak),” tutur Presiden Jokowi.

 

Yang namanya PKH itu, tegas Kepala Negara, itu penting sekali untuk memberikan tambahan gizi bagi anak-anak kita. Agar anak-anak sehat, cerdas, karena mereka memiliki masa depan yang harus disiapkan lewat PKH.

 

Kepala Negara mengingatkan, gizi anak penting untuk kesehatan, untuk kepandaian, kepintaran anak-anak kita ke depan. “Kita harus menyadari itu. Negara ini butuh anak anak-anak yang pinter, anak-anak yang sehat dalam rangka kompetisi dengan negara-negara lain,” ujarnya.

 

Untuk itu, Kepala Negara meminta penerima PKH agar menggunakan anggaran yang ada betul-betul untuk kepentingan keluarga, tambahan gizi, dam pendidikan anak-anak.“Kita ingin ke depan anak-anak kita ini pintar semuanya, bisa berkompetisi dengan negara-negara lain, sehat-sehat semuanya, pinter-pinter semuanya sehingga memang harud disiapkan mulai dari sekarang,” ucap Presiden Jokowi seraya menambahkan, anak yang gizinya baik pasti nanti gedenya juga sehat, anak yang gizinya baik kebanyakan juga ininya juga pintar dan cerdas.

 

Mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu antara lain Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.(BS09)

 


Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Dari Budaya ke Kelas, Penguatan Pendidikan Anti Korupsi dalam Kurikulum Merdeka di Sumatera Utara

Pendidikan

Dimanja AI, Daya Juang Belajar Siswa di Sumatera Utara Perlu Dibangkitkan

Pendidikan

Silaturahmi Presiden dengan Rektor, Sinergi Pemerintah dan Pendidikan Tinggi untuk Masa Depan Bangsa

Pendidikan

53 Sekolah Rakyat Segera Hadir, Pemerintah Pastikan Kesiapan Infrastruktur dan Kurikulum

Pendidikan

Tinjau SD Yang Terbengkalai, Wakil Walikota Medan Minta Dimanfaatkan untuk Fasilitas Pendukung Belajar dan Mengajar

Pendidikan

Tri Sumatera Hadirkan Pembelajaran Digital dan Sportivitas di Nias Selatan