Nazaruddin: Intelektual dan Moral Aset Termahal di Era Digital

- Rabu, 20 Februari 2019 22:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir022019/9107_Nazaruddin--Intelektual-dan-Moral-Aset-Termahal-di-Era-Digital.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Intelektual dan moral aset termahal di era digital karena  belum dapat didigitalkan. Kecerdasan intelektual bukanlah satu-satunya faktor penentu kesuksesan, tanpa moral Intelektual merupakan rahmat Allah yang tiada ternilai. Allah hanya memberikannya  kepada  manusia, sebagai makhluk teristimewa, Maka sudah sepatutnya kita bersyukur atas keistimewaan yang diberikan Allah ini.

 

Hal tersebut diungkapkan, Nazaruddin, MLIS dosen pada Program Studi S1 Ilmu Perpustakaan saat memberikan orasi ilmiah dengan tema 'Intelektual dan Moral di Era Digital' di UIN Ar-Raniry, Rabu (20/02/2019).

 

“Menurut KBBI, Intelektual adalah cerdas, berakal, dan berpikiran jernih berdasarkan ilmu pengetahuan. Dengan demikian jelas bahwa intelektualitas itu indikatornya bukan ijazah dan IPK. Seperti kata Rocky Gerung, ijazah itu hanya sebagai bukti anda pernah kuliah," kata Nazaruddin yang saat ini sedang menempuh program doktor dalam bidang Multimedia Management di Universiti Utara Malaysia.

 

Namun, ia menilai indikator kecerdasan intelektual yang sebenarnya adalah kemampuan memadukan ilmu dan moral untuk kebermanfaatnya bagi manusia lain dan alam semesta.Menurutnya, intelektual dan moral adalah aset termahal di era digital yang masih kita miliki, paling tidak sampai saat ini. Karena  kecerdasan  dan  moral  manusia  juga  saat  ini  sedang  bertarung dengan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Pemenangnya sebenarnya sudah jelas, meskipun manusia masih banyak yang belum mengakui.

 

“Indikasinya dapat dilihat, di mana manusia sudah sangat tergantung pada perangkat digital berbasis kecerdasan buatan tersebut, seperti smartphone dan tablet. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh sebuah hasil penelitian disertasi di Harvard University, Amerika Serikat, pada tahun 2013. Kedekatan manusia dengan ponsel pintar telah menyebabkan kekaburan batas intelektual.Manusia sudah sulit membedakan antara pengetahuan miliknya atau pengetahuan Internet,” kata Nazaruddin.

 

"Selain itu, di era disrupsi moral manusia sebenarnya sedang di uji. Oleh karena itu kita harus pastikan bahwa kita benar-benar manusia, karena di luar sana ada Sophia, Si robot  humanoid  atau  manusia  robot yang dikembangkan oleh perusahaan Hanson Robotics berbasis di Hong Kong, pada tahun 2015. Jangan sampai moral Sophia mengalahkan moral Sapiah kita.Karena itu akan sangat berbahaya jika Sapiah kita tidak dapat lagi dipercaya," pungkasnya.(BS09)

 


Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Polisi Bekuk Pelaku Tunggal Pembunuh Mahasiswa UMA di Patumbak Dijerat Pasal Berlapis dan Berat

Pendidikan

Umrah dan Haji di Tanah Suci, Tetap Terhubung dan Nyaman Bersama Tri Ibadah

Pendidikan

Trafik Data Meningkat 21% saat Idulfitri, Indosat Hadirkan Koneksi Andal Tanpa Hambatan

Pendidikan

Gubernur Sumut Luncurkan Mudik Gratis Lebaran Bagi Mahasiswa di Luar Sumatera

Pendidikan

Bookber Simpel IM3 di Kota Medan Jadi Bukber Paling Seru

Pendidikan

Ubah Lontar Jadi Pemanis Sehat: Ini Dia Inovasi Hebat Karya Mahasiswa UPER