Beritasumut.com-Steven Tjan, Managing Director dari Boga Group Jawa Timur bekerjasama dengan UTS Insearch, jalur perkuliahan untuk Universitas Teknologi Sydney dalam memberikan sesi workshop kepada para pelajar SMA Indonesia untuk mendukung mereka membangun pengetahuan dan memberikan pengalaman. Sehingga diharapkan dapat mengkapitalisasikan peluang di era Industri 4.0 dan juga industri digital. Dengan banyaknya perusahaan startup dan usaha berorientasi teknologi yang berkembang pesat, bahkan organisasi besar mengalami transformasi digital dengan ambisius, banyak yang secara aktif mencari kerja sama dengan perusahaan startup digital yang menjanjikan. Hal ini seiring dengan pernyataan Presiden Joko Widodo akan harapannya di Indonesia untuk bisa menghasilkan lebih banyak unicorn, mengikuti ke empat perusahaan rintisan yang bernilai lebih dari US$ 1 miliar –Tokopedia, Go-Jek, Traveloka dan Bukalapak. Berkaitan dengan hal ini, Steven Tjan berharap para wirausahawan muda dapat menjadi sukses. Dia memberikan semangat kepada mereka agar terbuka terhadap pengetahuan, pengalaman, dan fokus pada tujuan hidup mereka. “Untuk menjadi wirausahawan yang berhasil, anda harus memiliki minat tentang apa yang sedang kerjakan.Saya selalu ingin menjadi pengusaha (itu sudah ada dalam diri saya) saya senang menciptakan hal baru dan memecahkan sebuah persoalan," ujar Steven kepada awak media di Hotel JW Marriot, awal pekan kemarin. Steven menekankan pentingnya pendidikan dan pengalaman dalam mendorong seseorang untuk fokus.Sebagai seorang alumni dari UTS Business School, Steven menyelesaikan S1 dalam jurusan bisnis(Keuangan dan Teknologi Informatika) dan bekerja di Australia sebelum ia kembali ke Indonesia.Dia terus menggali pengalamannya dan sekarang, ia telah menjadi Managing Director dari Boga Group Jawa Timur, dengan portofolio yang besar di bidang retail makanan, minuman dan kafe. Stefani Sugiarto, Manajer Mitra Regional untuk UTS Insearch menambakan UTS Insearch, sebagai jalur perkuliahan menuju UTS, telah memiliki minat yang kuat dari mahasiswa Indonesia yang ingin belajar bisnis, dan sekarang mengajar Diploma Bisnis di Sydney dan dalam kemitraan dengan Uni Sadu Guna International College (UIC College) di Jakarta. “Program UTS Insearch sangat unik, kami bekerja untuk menanamkan pola pikir tertentu pada siswa kami mengembangkan keterampilan yang kuat dalam berpikir kritis, memecahkan masalah dan berinovasi. Setelah siswa mengembangkan dasar dalam pemikiran lateral dan bidang pengetahuan utama, mereka akan lebih siap untuk berhasil di UTS dan seterusnya,” kata Stefani. Stefani menjelaskan, Austrialia dikenal sebagai dengan kualitas program bisnisnya. Sebagai salah satu universitas nomor satu di Australia yang berumur di bawah 50 tahun, UTS berada di peringkat pertama dan juga secara global di urutan ke 10 menurut QS Top Under 50 2016-219. Di bidang Akuntansi & Keuangan, dan Bisnis, UTS menempati peringkat Top 100 untuk QS World University Ranking Tingkatan 2019. UTS Business School juga merupakan beberapa sekolah bisnis terpilih di dunia yang diakreditasi oleh Asosiasi untuk Advance Collegiate Schools of Business (AACSB ). Akreditasi AACSB mewakili standar prestasi tertinggi untuk sekolah bisnis di seluruh dunia, yang berarti lulusan memiliki kualifikasi yang diakui dan dihormati secara internasional.(BS02)