Revitalisasi SMK Berpotensi Turunkan Tingkat Pengangguran di Indonesia

- Minggu, 11 November 2018 11:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir112018/1418_Revitalisasi-SMK-Berpotensi-Turunkan-Tingkat-Pengangguran-di-Indonesia--.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agutus 2018 menunjukkan bahwa tingkat pengangguran di Indonesia mengalami tren penurunan. Hal ini disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, pada Forum Merdeka Barat 9 (FMB9).

 

“Mengenai tingkat pengangguran terbuka untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMK), berdasarkan data Sakernas, pada 2016 sebesar 9,84%, tahun 2017 sebesar 9,27% , dan 2018 sebesar 9,82%. Jadi sebenarnya trennya menurun walaupun masih tertinggi. Namun data ini tidak bisa dimaknai sederhana. Jenjang pendidikan SD memang memiliki daya serap yang tinggi yakni hanya 2,67% tingkat penganggurannya pada 2018, tapi ini adalah tenaga kerja yang tidak produktif dan ini ancaman saat kita memasuki masa bonus demografi".

 

"Kita tidak hanya menyiapkan orang untuk bekerja tetapi juga lapangan pekerjaan yang memberikan share terhadap pendapatan nasional. Kalau tidak bisa memberikan share terhadap pendapatan nasional maka kita tidak mampu berkompetisi. Jadi sebetulnya justru harus memperkecil tenaga kerja lulusan SD dan SMP ini," papar Mendikbud Muhadjir seperti dilansir dari laman kemendikbud, Minggu (11/11/2018).

 

Sistem Pendidikan Nasional, dijelaskan Mendikbud, mengamanatkan bahwa pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah untuk menyiapkan peserta didik pada bidang tertentu. Angka partisipasi tenaga kerja SMK dari waktu ke waktu mengalami tren kenaikan. Tahun 2015 hanya 10.837.000 orang, kemudian meningkat menjadi 13.682.000 orang pada 2018.

 

Sementara itu, Menteri Tenaga Kerja (Menaker), Hanif Dhakiri, menyampaikan bahwa pemerintah sudah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pendidikan vokasi, antara lain, dengan memperkuat akses dan mutu untuk vocational training, salah satunya dengan kebijakan triple skill.Disebut triple skill karena sasarannya berbeda-beda, yaitu untuk orang yang tidak punya skill dimasukkan ke dalam program skilling sehingga mereka punya skill, orang yang sudah punya skill dimasukkan ke program upskilling sehingga skill-nya bisa meningkat agar dia punya karir, dan mereka yang sudah punya skill dimasukkan ke program reskilling agar skill-nya berubah.

 

“Ini penting karena perkembangan teknologi informasi sekarang ini membuat banyak perubahan terjadi termasuk di bidang industri dan hidup kita. Ketika industri berubah maka pekerjaan juga berubah. Di sinilah perlunya pemetaan pasar kerja yang hilang dan pasar kerja yang baru. Ketika pekerjaannya berubah maka tuntutan skill-nya juga berubah," jelas Hanif.

 

"Hari ini kalau Anda punya skill, Anda tidak bisa merasa bangga begitu saja karena skill Anda bisa begitu cepat tidak relevan. Kalau hari ini Anda punya pekerjaan, Anda tidak bisa merasa Anda sudah cukup aman dengan pekerjaan itu, karena pekerjaan itu ke depan bisa segera berubah. Di tengah dunia yang serba berubah ini, yang akan bertahan hidup bukan mereka yang paling kuat atau paling pintar melainkan yang paling responsif terhadap perubahan," pungkas Hanif menambahkan.(BS09)

 


Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Dari Budaya ke Kelas, Penguatan Pendidikan Anti Korupsi dalam Kurikulum Merdeka di Sumatera Utara

Pendidikan

Dimanja AI, Daya Juang Belajar Siswa di Sumatera Utara Perlu Dibangkitkan

Pendidikan

53 Sekolah Rakyat Segera Hadir, Pemerintah Pastikan Kesiapan Infrastruktur dan Kurikulum

Pendidikan

Tinjau SD Yang Terbengkalai, Wakil Walikota Medan Minta Dimanfaatkan untuk Fasilitas Pendukung Belajar dan Mengajar

Pendidikan

Tri Sumatera Hadirkan Pembelajaran Digital dan Sportivitas di Nias Selatan

Pendidikan

Pemko Medan Persiapkan Regrouping SD Negeri dan Pembentukan Sekolah Unggulan