Hanya 3 Universitas di Indonesia yang Masuk 500 Besar, Presiden Jokowi Minta Pimpinan Perguruan Tinggi Berubah

- Rabu, 10 Oktober 2018 22:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102018/6739_Hanya-3-Universitas-di-Indonesia-yang-Masuk-500-Besar--Presiden-Jokowi-Minta-Pimpinan-Perguruan-Tinggi-Berubah.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para pejabat Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) dan para pejabat eselon I dan II Perguruan Tinggi Negeri (PTN) untuk merespon fakta, hanya ada 3 perguruan tinggi di Indonesia yang masuk 500 besar dunia.

 

“Apakah proses manajemen di dalamnya? Atau proses yang lain? Bapak ibu yang lebih tahu dari saya,” kata Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan pada pertemuan dengan seluruh pejabat eselon I, eselon II, pimpinan PTN dan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi di Kemenristekdikti, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (10/10/2018). 

 

Sekarang ini, lanjut Presiden, yang besar belum tentu mengalahkan yang kecil, negara besar belum tentu mengalahkan negara yang kecil. Yang kaya belum tentu mengalahkan yang miskin, belum tentu.Tetapi yang jelas, dalam waktu ke depan ini yang cepat akan mengalahkan yang lambat. “Itu pasti, saya pastikan. Dan negara-negara sekarang sudah sadar mengenai itu,” ujar Presiden dilansir dari laman setkab.

 

Kalau kita masih nyaman-nyaman seperti ini terus tidak merespon dinamika yang ada, Presiden mengingatkan kita akan ditinggal.“Jika tidak sigap menghadapi perubahan, jika tidak segera membenahi diri untuk melakukan efisiensi bisa dipastikan kalah menghadapi kompetisi,” tutur Presiden.

 

Jokowi meminta agar agenda penelitian fakultas dan program studi juga perlu tanggap terhadap tantangan dan peluang-peluang ini. Ia mengaku heran jika jaman sudah berubah tapi fakultas dan program studi tidak banyak berubah.“Gimana? Ini sudah saya ulang-ulang lho ini sudah 3 tahun lho ini. Saya tunggu lho, sebelum saya mengeluarkan kebijakan yang drastis,” ucap Presiden mengingatkan.

 

Beberapa universitas besar dunia, ungkap Presiden, sudah sangat tanggap terhadap tantangan dan peluang yang baru ini untuk memberikan nilai lebih bagi masyarakat. Ia menunjuk contoh misalnya di MIT ada Departement of Brain and Cognitif Science. Di Kent State University ada Hospitality and Tourism Management, dan di University of Southern California ada juga college of games studies.“Lha kita fakultas, jurusan tidak pernah berubah-rubah 30-40 tahun yang lalu,” ucap Presiden Jokowi.

 

Untuk itu, Presiden Jokowi meminta kepada para pejabat eselon I, eselon II di Kemristekdikti harus mulai berubah. Jangan sampai ngurus fakultas baru sulit, ngurus program studi baru sulit, ngurus jurusan sulit. Kalau gaya-gaya lama, tradisi lama ini masih diterus-teruskan, Presiden mengingatkan tidak akan bisa berubah.“Pangkas semuanya. Pangkas regulasi yang mempersulit, pangkas sudah. Tadi kalau yang lamban pasti ditinggal sudah, yang cepat pasti memenangkan, itu sudah rumus itu,” tutur Presiden Jokowi.

 

Presiden mengaku ingin menyadarkan semuanya, ada ekosistem yang harus dibongkar. Agar inovasi itu muncul, agar ekosistem baru itu muncul, agar respon terhadap perubahan itu muncul. Karena paling cepat memang harus dari perguruan tinggi perubahan ini direspon tidak dari yang lain-lain.“Saya meyakini itu, artinya saya percaya kepada bapak ibu saudara-saudara sekaian, saya percaya,” tegas Presiden Jokowi.(BS09)

 


Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Gubernur Bobby Nasution Dampingi Wapres Gibran Tinjau Huntap dan Infrastruktur di Tapteng

Pendidikan

Arman Chandra Resmi Raih Gelar Magister Hukum, Sukses Pertahankan Tesis di Universitas Panca Budi Medan

Pendidikan

Guru Hebat, Indonesia Kuat! Peringatan HGN ke-80 di MAS Proyek Univa Medan Penuh Makna dan Kebersamaan

Pendidikan

Meriah! Penutupan Gemi KKD ke-9 di MAS Proyek Univa Medan, Ratusan Pelajar Unjuk Bakat dan Kreativitas Dakwah

Pendidikan

Gebyar Milad KKD ke-9 MAS Proyek Univa Medan Resmi Dibuka, 750 Peserta Meriahkan Ajang Dakwah Pelajar

Pendidikan

Lulusan Kampus Energi Didorong Jadi Penggerak Transisi Energi