Beritasumut.com-Guru besar Sastra Melayu, Sastra Jawa, dan Kajian Islam dari Universitas Koln, Jerman, Prof Dr Edwin P Wieringa, hadir sebagai pembicara dalam Workshop Digital Archieve of Primary and Genuine Lokal Islamic heritage, Senin (17/9/2018) bertempat di ruang rapat LP2M UIN Ar-Raniry, Banda Aceh. Wakil Dekan I bidang Akademik dan Kelembagaan, Abdul Manan dalam laporannya mengatakan bahwa kehadiran Edwin Wieringa diundang khusus untuk menjadi narasumber dalam kegiatan Workshop Digital Archieve of Primary and Genuine Lokal Islamic heritage dan workshop penulisan karya tulis ilmiah berstandar lokal dan nasional tahun 2018. “Workshop ini dilakukan khusus untuk dapat mengetahui mengenai pemeliharaan naskah kuno melalui digitalisasi naskah lama. Secara khusus Prof. Dr. Edwin P. Wieringa kita undang dari Jerman," kata Abdul Manar. Dalam kesempatan itu, Prof Edwin mengatakan bahwa digitalisasi sangat perlu dilakukan untuk menyelamatkan naskah kuno yang ada di Aceh, agar naskah itu terjaga untuk generasi kedapan.Di samping itu, kata Prof Erwin menjawab pertanyaan salah satu peserta workshop, dalam hal salah satu upaya mendeteksi bahwa naskah tersebut palsu. Menurutnya, tidak sangat etis memakai kata palsu, lebih tepatnya naskah yang problematis atau kekuno-kunoan. “Kita bisa mendeteksi dengan kajian filologi, mulai dari bahan, tinta, segi gaya hiasan harus dibandingkan dengan naskah asli ada kemiripan atau tidak," jelasnya. Selain itu, pada workshop penulisan karya tulis ilmiah berstandar lokal dan nasional tahun 2018 ia juga mengingatkan bahwa untuk menuju kampus berbasis research maka yang harus dilakukan adalah mewajibkan kepada dosen untuk melakukan penelitian dan mempublikasikannya dalam bentuk jurnal. Sementara itu, Eka Srimulyani menambahkan bahwa ada beberapa tips untuk publikasi ilmiah kepada dosen. Pertama, katanya harus memahami betul kerangka acuan dimana posisi karya kita tersebut. Kedua, perlu keseriusan dalam publikasi karya ilmiah terutama menyangkut karya yang dihasilkan agar menarik dan langsung fokus kepada permasalahan. Ketiga harus betul-betul original dan tidak plagiat.(Rel)