Integrasi Seni Konvensional dengan Teknologi Digital dari Faber Castell

- Minggu, 06 Mei 2018 23:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir052018/1013_Integrasi-Seni-Konvensional-dengan-Teknologi-Digital-dari-Faber-Castell-.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/BS03
Beritasumut.com-Faber-Castell menciptakan sebuah inovasi baru berupa mengintegrasikan seni konvensional dengan kemajuan teknologi Augmented Reality (AR) melalui produk Colour to Life (CTL).Inovasi ini lahir akibat derasnya pengaruh arus digitalisasi dan teknologi, di mana tidak mungkin bisa melarang anak-anak untuk tidak menggunakan ponsel pintar seperti sekarang ini.

 

Menurut Managing Director PT Faber-Castell International Indonesia, Yandramin Halim, orang tua harus bijaksana, dengan menyeimbang-kan penggunaan gadget dengan kegiatan seperti menggambar dan mewarnai karena selain mengasah kreativitas, juga untuk relaksasi. "Colour to Life adalah upaya Faber-Castell untuk membuat kegiatan mewarnai makin menarik karena terhubungkan dengan dunia digital," ujar Halim kepada wartawan di Medan, akhir pekan kemarin.

 

Produk ini, kata Halim, memperlihatkan bahwa anak-anak bisa menjadi subjek dan bukan sepenuhnya objek dari mainan digital. Sehingga anak-anak bisa diarahkan ke dunia digital dengan peran sebagai kontributor atau dalam bentuk mensupplai karakter/objek yang telah mereka warnai untuk dipakai dalam game tersebut."Selain itu, sebagian game yang kita berikan justru berfungsi untuk stimulasi otak dan melatih konsentrasi," jelasnya.

 

Sementara itu, Product Spv PT Faber-Castell International Indonesia, Ang Lilyana, mengatakan bahwa dalam produk ini, terdiri atas 5 game yakni Giddy Up, Pogo Boy, Dress Up Challenge, Balance your Brain dan Safe Flight, yang terdapat dalam 15 gambar yang dapat di warnai dengan produk Connectorpen yang sudah terdapat di dalam produk ini.

 

“Adapun 5 game yang ada di buku ini masing-masing memiliki karakter dan manfaatnya sendiri-sendiri, misalkan Safe Flight, Giddy Up, dan Pogo Boy dapat melatih konsentrasi dan motorik, sementara Dress up Challenge, dan Balance yor Brain mempunyai keunggulan untuk melatih keseimbangan otak kiri dan kanan,” katanya.

 

Lilyana melanjutkan, dengan penggunaan teknologi Augmented Reality (AR) dalam buku mewarnai ini dapat membuat  karakter yang diwarnai akan lebih hidup. Karena Colour to Life dilengkapi dengan kelebihan, selain karakternya dapat dimainkan juga dapat berswafoto (selfie).“Adapun nantinya, pengguna harus mengunduh aplikasi Colour to Life, di App store maupun Google Play store, dan selanjutnya aplikasi tersebut di hubungkan dengan buku Colour to Life melalui pindai, dan siap dimainkan," pungkasnya.(BS03)


Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Komunitas Peduli Seniman Sumut Kutuk Teror Kepala Babi dan Bangkai Tikus ke Jurnalis Tempo

Pendidikan

Kejuaraan Anggar Senior Asia 2025 Diikuti 800 Atlet

Pendidikan

Indosat Dukung Seniman Lokal Medan dengan Kolaborasi Mural

Pendidikan

Pemko Medan Siap Dukung Medan Jadi Kota Seni dan Budaya Terbesar di Indonesia

Pendidikan

Walikota Medan Sampaikan Seni Kepemimpinan kepada 17 Siswa SMA Taruna Nusantara Medan

Pendidikan

Pj Gubernur Sumut Buka Pekan Olahraga dan Seni Antar Ponpes