Beritasumut.com-Sejalan dengan salah satu nawacita yang diprogramkan Presiden RI Joko Widodo adalah melakukan reformasi karakter bangsa melalui kebijakan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional dengan mengedepankan aspek pendidikan, kewarganegaraan yang menempatkan secara proporsional aspek pendidikan seperti pengajaran sejarah, pembentukan karakter bangsa, nilai-nilai patriotisme dan cinta tanah air, semangat bela negara dan budi pekerti didalam kurikulum pendidikan bangsa. Hal tersebut dikatakan Wakil Bupati Serdang Bedagai (Wabup Sergai) Darma Wijaya saat membuka Pendidikan dan Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi guru-guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Sergai Tahun 2018 bertempat di Aula Sultan Serdang Komplek Kantor Bupati di Sei Rampah, awal pekan kemarin. Hadir dalam acara tersebut Ketua TP PKK Sergai Marliah Soekirman, Ketua GOPTKI Rosmaida Darma Wijaya, Ketua DWP drg Khairani Hadi Winarno, Wakil Ketua HIMPAUDI Sumut Dra Masriah MPd, Narasumber dari Unimed Prof Dr Anita Yus MPd, Winda Widya Sari MPd, Kadis Pendidikan, TP PKK kecamatan se-Sergai serta para peserta. Lebih lanjut disampaikan Wabup, bahwa Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat berkomitmen dengan upaya-upaya pembangunan pendidikan dan pengasuhan bagi anak usia dini berbagai program disinergikan untuk suatu hasil yang diharapkan yaitu generasi yang berkualitas, sehat jasmani, cerdas, beriman dan berkepribadian serta mandiri. "Kabupaten Sergai adalah salah satu Kabupaten di Indonesia yang menuju Kabupaten Layak Anak (KLA) dan diartikan sebagai sistem pembangunan kabupaten yang mengintegrasikan komitmen dan sumber daya pemersatu masyarakat, keluarga dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan program dan kegiatan untuk pemenuhan hak-hak anak yang salah satunya adalah untuk memperoleh pendidikan," papar Wabup dilansir dari MCSergai, Minggu (25/03/2018). Sementara itu, Ketua Forum PAUD Kabupaten Sergai Marliah Soekirman berharap melalui kegiatan diklat implementasi kurikulum 2013 ini bisa memberikan dukungan terhadap pembentukan sikap, pengetahuan dan keterampilan peserta didik yang lebih konsisten sejak awal sehingga diharapkan peserta didik mampu berkembang menjadi SDM yang memiliki kompetensi sikap beragama, kreatif dan inovatif dan berdaya saing dalam lingkungan yang lebih luas. Sebelumnya, Ketua Panitia Penyelenggara Kegiatan Rosmaida dalam sambutannya melaporkan maksud dan tujuan diklat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kualitas guru PAUD dalam penerapan dan pengembangan pembelajaran konstruktivisme yang lebih bersifat fleksibel dalam pelaksanaanya sehingga memberi ruang pada anak untuk mengembangkan potensi dan bakatnya.(BS02)