Beritasumut.com-Untuk mewujudkan program pengembangan sistem otomasi perpustakaan Perguruan Tinggi berbasis web, STKIP Muhammadiyah Aceh Barat Daya bersama Aceh Library Consultant (ALC) melakukan terobosan baru dengan melakukan otomasi dan digitalisasi sistem perpustakaan di perpustakaan kampus setempat. Kegiatan tersebut berlangsung selama 2 hari, mulai Jumat hingga Sabtu (1-2 Desember 2017). Ketua STKIP Muhammadiyah Aceh Barat Daya, Drs H Ridwan Adami MM melalui kepala Perpustakaan Ivandi Akmal SPdI, mengatakan, bahwa perpustakaan merupakan jantung sebuah perguruan tinggi yang menjadi sumber belajar dan referensi bagi mahasiswa. Oleh karena itu, katanya dibutuhkan sebuah terobosan baru dengan melakukan otomasi perpustakaan guna meningkatkan layanan dan kemudahan dalam temu kembali informasi. “Walaupun belum maksimal, namun setidaknya terobosan ini bisa membantu temu kembali informasi serta kemudahan akses buku yang menjadi rujukan setiap sivitas akademika STKIP Muhammadiyah Aceh Barat Daya,” katanya, di sela-sela bedah perpustakaan di Kampus STKIP Muhammadiyah Abdya, Sabtu (02/12/2017). Menurut dia, selain karena tuntutan untuk mengadopsi perkembangan teknologi informasi agar dapat meningkatkan mutu layanan perpustakaan. Penggunaan teknologi komputer di perpustakaan agar dapat memperlancar proses pengolahan bahan pustaka serta untuk kemudahan pengelolaan data administrasi perpustakaan. Sementara itu, penanggungjawab pelaksana bedah perpustakaan STKIP Muhammadiyah Abdya, Arkin SIP menjelaskan pihaknya selama 2 hari fokus pada pengembangan sistem otomasi perpustakaan berbasis web dengan menggunakan software SLiMS. Selain membangun otomasi perpustakaan, kata Arkin selaku manager program dan kerjasama ALC pihaknya juga melakukan penandatangan naskah kesepakatan kerjasama antara Aceh Library Consultant dengan STKIP Muhammadiyah Aceh Barat Daya perihal dengan pelatihan dan pendampingan bagi staf perpustakaan. Kehadiran para relawan Aceh Library Consultant (ALC) dipimpin langsung oleh Direktur ALC, T Ade Vidyan Maqfirah SIP. Turut ikut serta sejumlah relawan lainnya, masing-masing Arkin SIP (manager program dan kerjasama), Wandi Syahputra SIP (manager operasional), Zulfiqri SIP.(rel)