DEMA FAH UIN Ar-Raniry Gelar Seminar Kewirausahaan

- Minggu, 19 November 2017 15:35 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir112017/4264_DEMA-FAH-UIN-Ar-Raniry-Gelar-Seminar-Kewirausahaan.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST

Beritasumut.com–Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora (DEMA-FAH) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menggelar Seminar Kewirausahaan yang mengusung tema 'Meningkatkan Kualitas Mahasiswa dengan Berwirausaha', Jum’at (17/11/2017) di Aula Pascasarjana Lt III kampus UIN Ar-Raniry.Seminar yang dipandu oleh mantan presiden mahasiswa UIN Ar-Raniry Nurul Ihksan SHum, menghadirkan tiga narasumber Pengusaha dan Politisi Tgk H Amri M Ali, Pengusaha dan Akademisi Syarifuddin MA PhD dan Pengusaha Muda Putri Humairah SE.Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Syarifuddin MA PhD dalam sambutannya berharap semoga kegiatan ini mampu mengubah mindset mahasiswa untuk menjadi calon-calon pengusaha yang sukses. “Jangan seperti pemain bola kampungan, hanya menunggu bola. Karena sebenarnya kuliah adalah mendewasakan diri, mengembangkan diri dan membuka wawasan dan cakrawala berpikir serta mempunyai cita-cita menjadi ‘majikan’ untuk diri sendiri,” kata Syarifuddin melalui siaran persnya, Sabtu (18/11/2017).Sebelumnya ketua DEMA-FAH, Maulana Ahsan mengatakan kegiatan ini secara umum bertujuan untuk menumbuhkan minat mahasiswa maupun masyarakat untuk berwirausaha demi kemajuan ekonomi dimasa yang akan datang. “Semoga kegiatan ini nantinya akan mengubah mindset mahasiswa agar menjadi wirausahawan muda yang membawa manfaat bagi orang lain dan mampu membuka peluang kerja untuk mengurangi angka pengganguran di Aceh,” kata Maulana.Dalam kesempatan tersebut, Syarifuddin selaku Dekan Fakultas Adab dan Humaniora yang tampil pada sesi pertama berbagi pengalaman bagaimana kiat jitu menjadi pengusaha. Menurutnya, niat dan keyakinan menjadi modal utama menjadi seorang pengusaha. Karena setiap kita mempunyai keunikan dan potensi sendiri. Oleh karena itu, kata Syarifuddin mulai sekarang sadari potensi anda, perkuat kemampuan dan jangan pernah puas dengan apa yang sudah diraih serta cobalah sesuatu yang baru untuk mengenali kelebihan dan kekurangan kita.“Beranilah bermimpi besar menjadi pengusaha, hancurkan mental block seperti saya masih muda, tidak punya modal, ini sudah nasib saya sial terus, saya tidak berbakat menjadi pengusaha, saya bukan lulusan manajemen, saya bukan orang yang tangguh. Mulai sekarang buat target dan tulislah impian kalian”, kata Cek Din, yang juga salah seorang pemilik usaha warung kopi 'Jasa Ayah', Solong.Tgk H Amri M Ali juga mengatakan kalau hanya sekedar modal mimpi, kaya raya tanpa beraksi nyata. Itu hanya sia-sia dan tidak akan tercapai tujuannya. Sementara, narasumber lainnya, Putri Humairah SE selaku pengusaha muda mengajak mahasiswa untuk memulai dengan niat yang baik dan mengubah pola pikir untuk menjadi lebih percaya diri. "Dengan berwirausaha jauh lebih nikmat hasilnya dibandingkan menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS)," pungkasnya. (Rel)


Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Lulusan Kampus Energi Didorong Jadi Penggerak Transisi Energi

Pendidikan

Nommensen Festival 2025, Pj Sekda Sumut Harapkan Kampus di Sumut Semakin Aktif Gelar Event Berkualitas

Pendidikan

Legislator Golkar Soroti Usulan Kampus Kelola Tambang, Ingatkan Masalah Baru

Pendidikan

Pj Sekdaprov Sumut Apresiasi UNPRI Medan Berikan Penghargaan Tertinggi untuk Para Ilmuan

Pendidikan

Pj Gubenur Ajak Pemuda Muhammadiyah Sumut jadi Entrepreneur

Pendidikan

Prodi S1 Kewirausahaan FEB USU Gelar Seminar Internasional "Global Entrepreneurship in the Age of Big Data"