Kemendikbud Luncurkan Enam Buku Literasi Dasar

- Minggu, 29 Oktober 2017 13:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir102017/2550_Kemendikbud-Luncurkan-Enam-Buku-Literasi-Dasar--.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Puncak Bulan Bahasa dan Sastra tahun 2017 dilaksanakan bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, yakni 28 Oktober 2017, di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Dalam acara tersebut dilakukan pencanangan Gerakan Literasi Nasional (GLN). Kemendikbud meluncurkan 10 buku yang terdiri dari enam buku literasi dasar dan empat buku bantuan teknis.

 

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Dadang Sunendar mengatakan, literasi dianggap sebagai keaksaraan, berbagai atau rangkaian kemampuan dalam hal membaca, menulis, berbicara, serta berhitung dan lain-lainnya, yang diperoleh melalui tripusat yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat.

 

Lebih lanjut ia mengatakan, negara-negara yang mengikuti forum di Swiss tahun 2015, menyepakati apa yang disebut dengan literasi dasar. Literasi dasar terdiri dari literasi baca tulis, literasi numerik, literasi sains, literasi digital, literasi finansial, dan literasi kewargaan.

 

“Literasi dasar adalah kemampuan dasar bagi setiap bangsa dan masyarakat untuk bertahan hidup Ini merupakan literasi dasar agar sebuah masyarakat bisa bersaing dan sejajar dengan negara lainnya,” ujar Dadang dilansir dari laman resmi kemdikbud.go.id, Minggu (29/10/2017).

 

Dadang menambahkan, makna literasi memang berkembang secara pesat dari definisi tersebut. Jadi, literasi bisa dikatakan sebagai sebuah aktivitas sosial yang penerapannya sangat dipengaruhi oleh informasi dalam hal apapun. “Jadi literasi dapat didefinisikan lebih luas dari baca tulis,” katanya.

 

Kemendikbud sejak tahun lalu telah menetapkan Gerakan Literasi Nasional (GLN) di lingkungan Kemendikbud. “Hampir semua unit utama di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memiliki kegiatan gerakan literasi. Banyak kegiatan literasi yang ada di Kemendikbud sesuai dengan arahan presiden,” tutur Dadang.

 

Gerakan Literasi Nasional bertujuan mengoordinasi semua kegiatan literasi yang ada di lingkungan Kemendikbud. Dadang menuturkan, Gerakan Literasi Nasional bersifat universal, sehingga tidak mungkin dilakukan di satu tempat. Kemendikbud lalu bekerja sama dengan beberapa kementerian dan lembaga, seperti Kementerian Agama, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Perpustakaan Nasional, dan merangkul para pegiat literasi serta unsur masyarakat lain.

 

Dadang berharap masyarakat Indonesia semakin gemar membaca dan menulis karena di antara enam literasi dasar, kemampuan membaca dan menulis tetap menjadi gerbang utama. “Jadi, mulailah membaca dan menulis, karena dengan menguasai hal itu dan literasi dasar lainnya masyarakat dapat memilah informasi yang baik,” pungkasnya. (BS02)

 


Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Guru Madrasah Asal Sumut Raih Rekor MURI Penulisan Buku Antologi Puisi Etnik Nusantara

Pendidikan

Tri Sumatera Hadirkan Pembelajaran Digital dan Sportivitas di Nias Selatan

Pendidikan

Waka MPR Dorong Kemampuan Literasi Generasi Muda Konsisten Ditingkatkan

Pendidikan

Indosat Latih Kurikulum AI untuk Guru dan Penyandang Disabilitas di IDCamp 2024

Pendidikan

Taman Literasi Wahana Pembinaan Olah Raga Masyarakat dan Permainan Rakyat

Pendidikan

Pj Gubernur Sumut Luncurkan Aplikasi ‘Literasi Permata’ Guna Permudah Masyarakat Pinjam Buku dari Perpustakaan