Kemdikbud Imbau Kepala dan Pengawas Sekolah Sebarkan Praktik Baik

- Selasa, 19 September 2017 16:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir092017/2553_Kemdikbud-Imbau-Kepala-dan-Pengawas-Sekolah-Sebarkan-Praktik-Baik.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Inovasi merupakan kunci mengukur kemajuan sekolah di abad 21. Kepala sekolah dan pengawas sekolah dituntut mampu menghasilkan inovasi yang dapat ditiru sekolah lain. Inovasi seperti ini yang disebut Praktik Baik. “Setiap sekolah mempunyai tantangan, karena itu kepala sekolah dan pengawas membutuhkan ragam pendekatan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Dengan adanya praktik baik, segala keberhasilan bisa ditularkan ke sekolah lain,” terang Koordinator Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Forum Masyarakat Literasi Sumatera Utara (FORMALSU) Erix Hutasoit di Medan, Selasa (19/09/2017).

 

Sedangkan Anies Mucktiany, Kasubdit Kesejahteraaan, Penghargaan dan Perlindungan Direktorat Pembinaan Tenaga Kependidikan (Dit Pembinaan Tendik) Dikdasmen, GTK, Kemdikbud mengatakan pihaknya saat ini mendorong dan sekolah dan pengawas berprestasi untuk menularkan praktik baiknya ke sekolah lain. “Kami meminta kepala dan pengawas sekolah berprestasi untuk menuliskan dan mendokumentasikan dalam bentuk foto atau video praktik-praktik baik tersebut. Kami akan menerbitkannya dalam bentuk buku dan video yang akan disebarkan ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia,” tukasnya.

 

Kemendikbud bersama dengan USAID PRIORITAS, melatih 170 peserta untuk mengembangkan sekolah seutuhnya dan menuliskan praktik baik yang mereka lakukan. “Peserta dilatih untuk melibatkan semua unsur sekolah seperti guru, kepala sekolah, masyarakat, dan siswa. dalam mengembangkan praktik-praktik pendidikan yang baik dalam pembelajaran, budaya baca, manajemen sekolah, dan partisipasi masyarakat. Semua ini untuk memperkuat implementasi pendidikan karakter di sekolah,” kata Anies lagi.

 

Salah satu rencana tindak lanjut dari pelatihan ini, sekolah tempat peserta bertugas juga didorong untuk melakukan showcase atau open house yang memperlihatkan keberhasilan dalam pembelajaran aktif, budaya baca, manajemen sekolah, dan peranserta masyarakat. “Sekolah lainnya diundang untuk melihat dan belajar langsung praktik-praktik baik yang dapat dicontoh dan diterapkan di sekolahnya,” tukas Anies.

 

Dalam pelatihan tersebut teridentifikasi banyak praktik baik yang dapat dicontoh oleh sekolah-sekolah. Misalnya, seperti yang dilakukan Eti Suyanti, saat memimpin SMKN 32 Jakarta, yang berhasil membuat para siswa anak berkebutuhan khusus (ABK) di sekolahnya menjadi berprestasi dan dapat mengembangkan potensi terbaik sesuai kelebihan yang mereka miliki. Ada juga keberhasilan sekolah-sekolah yang setelah menerapkan program budaya baca, para siswanya berhasil membuat satu buku hasil tulisan mereka sendiri. Yang juga inspiratif, seperti yang dilakukan Setyaning Watiti, pengawas sekolah di Malang yang membantu guru-guru di sekolah dampingannya meningkatkan hasil ujian nasional siswa melalui penerapan pola plasma MGMP dalam supervisi akademik dengan pendampingan guru sejawat. Dalam kegiatan supervisi, pengawas tersebut melibatkan guru-guru terbaik menjadi pendamping bagi guru lainnya. Para guru tersebut belajar mulai membuat perencanaan, pelaksanaan, dan menilai hasil pembelajaran. Mereka juga belajar langsung melihat para guru terbaik dalam mengajar, dan didampingi oleh pengawas dan guru terbaik saat mengajar di kelas.

 

Masih menurut Anies, praktik-praktik baik yang telah ditulis dan difoto atau divideokan dapat dikirimkan melalui email tendikharlindung@gmail.com. “Kami berharap pada akhir bulan September semua naskah, foto, dan video sudah dikirimkan kepada kami,” tukasnya.

 

Sementara itu, Stuart Weston, Direktur Program USAID PRIORITAS, menyambut baik rencana Kemdikbud menerbitkan buku praktik baik kepala dan pengawas sekolah. “Melalui buku dan video praktik baik, guru, kepala, pengawas, dan komite sekolah, mereka bisa mendapat ide dan insprasi untuk mengembangkan praktik baik tersebut di sekolahnya sendiri. Kami juga telah menerbitkan tiga belas buku praktik baik, seratusan video, dan empat puluh tiga modul pelatihan pembelajaran, budaya baca, dan manajemen sekolah yang dapat dimanfaatkan oleh semua sekolah,” tutup Stuart. (BS03)


Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Kualitas Pendidikan di Sumatera Utara Masih Timpang, Akademisi Tawarkan Solusi Strategis

Pendidikan

Dari Budaya ke Kelas, Penguatan Pendidikan Anti Korupsi dalam Kurikulum Merdeka di Sumatera Utara

Pendidikan

Dimanja AI, Daya Juang Belajar Siswa di Sumatera Utara Perlu Dibangkitkan

Pendidikan

Guru Hebat, Indonesia Kuat! Peringatan HGN ke-80 di MAS Proyek Univa Medan Penuh Makna dan Kebersamaan

Pendidikan

Guru Madrasah Asal Sumut Raih Rekor MURI Penulisan Buku Antologi Puisi Etnik Nusantara

Pendidikan

Dari Pesisir Sunyi ke Panggung Negeri: Kisah Patimah MPd Bawa Wanita Pantai Labu Berdaya