Presiden Jokowi Dorong Perguruan Tinggi Berani Ubah Fakultas Ekonomi

Herman - Selasa, 12 September 2017 12:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir092017/4025_Presiden-Jokowi-Dorong-Perguruan-Tinggi-Berani-Ubah-Fakultas-Ekonomi.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, yang paling siap menghadapi perubahan global yang sangat cepat adalah perguruan tinggi atau universitas. Karena itu, Presiden berharap perguruan tinggi di tanah air, termasuk Universitas Padjajaran ikut mengantisipasi hal-hal berkaitan dengan perubahan-perubahan yang sangat cepat itu.

 

“Sekarang karena perubahan-perubahan itu, mall dan toko sudah 30 persen tutup, karena pembeliannya dengann online.  Artinya berapa tenaga kerja yang menganggur? Karena pesan online datang, tidak perlu pergi ke toko, lebih murah,  cepat,” kata Presiden Jokowi saat memberikan orasi ilmiah pada Upacara  Dies Natalis ke-60 (1957-207) Universitas Padjadjaran, di Grha Sanusi Hardjadinata,  Bandung Jawa Barat, Senin (11/09/2017).

 

Apa antisiapasi yg harus disiapkan? Menurut Presiden, kita harus berani berubah. Ia menyindir, bertahun-tahun, universitas-universitas kita fakultasnya, juga tidak berubah. Fakultas ekonomi jurusannya pasti manajemen, pembangunan, akuntansi.

 

Padahal yang diperlukan sekarang, menurut Presiden, mestinya kita berani mengubah fakultas ekonomi jadi misalnya fakultas atau jurusan logistik manajemen, retail menajemen, toko online atau online store. Karena memang dunia sudah berubah.

 

“Ini yang harus kita antisipasi. Kalau tidak, kalah kita kompetisi dengan negara-negara lain,” ujar Presiden Jokowi, seperti dilansir setkab.go.id.

 

Presiden mempertanyakan, hal-hal yang berkaitan dengan social media sekarang ini,  kenapa tidak ada fakultasnya? Karena ini menurutnya akan mempengaruhi nantinya yang berkaitan dengan sosial politik.  Karena interaksi individu dengan individu, orang dengan orang sekarang maunya lewat sosial media.

 

Sebentar lagi, 5-10 tahun mendatang, lanjut Presiden, yang namanya generasi Y, generasi milenial itulah nanti yang akan men-drive perubahan itu. Mereka yang akan menentukan pasar, mereka yang akan memengaruhi politik, mempengaruhi  ekonomi.

 

“Semua negara sudah membicarakan itu. Kita juga harus menyiapkan menuju ke arah itu,” tutur Presiden.

 

Dies Natalis ke-60 Universitas Padjadjaran itu dihadiri antara lain  Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menkominfo Rudiantara, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Rektor Universitas Padjadjaran Try Hanggono Ahmad, dan Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar.(BS01)


Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Youthpreneur Academy 2025: The Founder’s Path for Practical Entrepreneurial Success, FEB USU Dorong Mahasiswa Jadi Entrepreneur Sukses

Pendidikan

Silaturahmi Presiden dengan Rektor, Sinergi Pemerintah dan Pendidikan Tinggi untuk Masa Depan Bangsa

Pendidikan

Kemenkop Gandeng Alumni PTN Transformasi Koperasi

Pendidikan

Menteri Keuangan Sri Mulyani Wanti-wanti UKT PTN Tak Boleh Naik

Pendidikan

Pjs Bupati Toba Ajak PPTSB Berperan Aktif dalam Pembangunan dan Sukseskan Pilkada

Pendidikan

Rakorda Penyelamatan Keuangan Negara/Daerah, Walikota Pematang Siantar Terima 50 Sertifikat PTSL