Buku Praktik Madrasah Dapat Diperoleh Secara Digital

Herman - Senin, 17 Juli 2017 15:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir072017/6378_Buku-Praktik-Madrasah-Dapat-Diperoleh-Secara-Digital.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Berbagi pengalaman melalui buku praktik yang baik, diyakini mampu meningkatkan mutu pendidikan dan keterampilan literasi di madrasah. Banyak pengalaman dari madrasah terbaik yang dapat dicontoh oleh madrasah lain yang tersebar di seluruh Indonesia.

 

”Karena itu kami sangat mengapresiasi penerbitan buku praktik yang baik untuk madrasah yang dilakukan oleh USAID PRIORITAS dan Kementerian Agama,” terang Koordinator Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Forum Masyarakat Literasi Sumatera Utara (FORMALSU), Erix Hutasoit di Medan, Senin (17/07/2017).

 

Erix mengatakan pula, buku praktik baik ini akan didistrusikan keseluruh madarasah termasuk di Sumatera Utara. Selain itu versi digital buku ini, dapat diperoleh secara gratis di http://prioritaspendidikan.org/id/media/view/file/cat/buku-praktik-yang-baik.”Siapa saja yang tertari,  bisa mengakses buku ini dengan mudah dan tanpa biaya,” tambahnya.

 

Direktur Program USAID PRIORITAS Stuart Weston mengatakan, buku praktik baik yang diterbitkan meliputi pembelajaran, manajemen, budaya baca dan pelayanan khusus di madrasah ibtidaiyah (MI) dan madrasah tsanawiyah (MTs). Buku ini berisi pengalaman para guru dan kepala madrasah dalam menerapkan pembelajaran berkelas dunia di madrasah. 

 

“Di dalam buku ini ada banyak cerita praktik pembelajaran aktif yang diterapkan guru dan membuat siswa berpikir tingkat tinggi. Seperti yang dilakukan Pak Akidin, guru matematika MTsN 2 Tangerang yang mengajak siswa kelas IX membuat miniatur madrasah dalam bentuk tiga dimensi untuk menerapkan konsep kesebangunan, perbandingan senilai, pengukuran, dan bangun ruang sisi datar. Dari pembelajaran ini, siswa bisa belajar langsung menerapkan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

 

Pengalaman manajemen MIN Pattiro Banggae, Takalar, Sulawesi Selatan, yang diulas dalam buku ini juga patut dicontoh. Mereka menerapkan transparansi dan akuntabilitas anggaran, serta melibatkan peran serta masyarakat dalam pengelolaan program madrasah. Cara tersebut memantik pesatnya kemajuan pembangunan dan prestasi madrasah. Orang tua terlibat aktif dalam mendukung pengembangan madrasah. Sekarang madrasah ini menjadi pilihan favorit para orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya.

 

Ada juga cerita dari MIN Sumurrejo, Semarang, Jawa Tengah, yang mendirikan pondok baca sebagai pusat kendali program pembudayaan membaca setiap hari di madrasahnya. Madrasah ini berupaya membentuk ekosistem cinta membaca baik melalui keteladanan, komunitas, program pembiasaan, pembelajaran literasi, dan fasilitas membaca. Orang tua juga difasilitasi layanan membaca dan diberikan pemahaman pentingnya membaca. Dampak dari program ini, kesenangan siswa membaca telah tumbuh baik. Dalam satu semester  ada siswa kelas IV, V, dan VI yang membaca lebih dari 100 buku. Seperti Rizki siswa kelas V yang telah membaca sebanyak 152 judul buku dan mendapat penghargaan dari madrasah. 

 

“Buku praktik yang baik ini diharapkan dapat memberikan motivasi dan inspirasi bagi kabupaten/kota, guru, kepala madrasah, dan praktisi untuk meningkatkan mutu pendidikan di madrasah,” kata Dirjen Pendidikan Islam, Kemenag, Prof Dr Kamaruddin Amin dalam sambutannya pada buku tersebut. 

 

USAID PRIORITAS selama lima tahun (2012-2017) telah melatih lebih dari 7.000 MI dan MTs mitra di tujuh provinsi yaitu Aceh, Sumatra Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan, untuk menerapkan praktik yang baik dalam pembelajaran, manajemen, dan budaya baca. Penerbitan buku ini untuk menyebarluaskan praktik-praktik yang baik di madrasah dan akan didistribusikan ke perwakilan kantor Kemenag provinsi di seluruh Indonesia.(rel)


Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Guru Madrasah Asal Sumut Raih Rekor MURI Penulisan Buku Antologi Puisi Etnik Nusantara

Pendidikan

Tri Sumatera Hadirkan Pembelajaran Digital dan Sportivitas di Nias Selatan

Pendidikan

Waka MPR Dorong Kemampuan Literasi Generasi Muda Konsisten Ditingkatkan

Pendidikan

Ngobrol Buku Adakan Diskusi "Tanpa Rencana" Bersama Penulis Dee Lestari

Pendidikan

Pj Sekdaprov Sumut Harapkan Buku ‘100 Tokoh Melayu Nusantara’ Mendorong Lahirnya Cendekiawan Baru

Pendidikan

Indosat Latih Kurikulum AI untuk Guru dan Penyandang Disabilitas di IDCamp 2024