Beritasumut.com-Penerimaan siswa-siswi baru SMA Negeri I Hinai, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumut dinilai salah seorang orang tua siswa telah terjadi kecurangan.Rizkita Chintami yang terdaftar nomor registrasi pendaftaran : 31447-1-0031 SMA Negeri I Hinai yang dinyatakan layak itu, diduga digugurkan oleh panitia jalur Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Padahal, siswi berprestasi dengan nilai NIM 165.0 sudah memenuhi syarat dimintai oleh panitia pelaksanaan siswa baru tersebut. Sedangkan siswi yang mempunyai nilai di bawah Rizkita Chintami sebut saja, Muhamad Egi Pratama dengan nilai rapot 131.00, Andre Gunawan nilai rapot 139.50, Riska Andani nilai rapot 155.50, Wahyuni Syahputri nilai rapot 152.00, Monika Pratiwi nilai rapot 147.50 dan Airyn Dian Safira nilai rapot 146.50 dinyatakan lulus. Sementara itu, saat dikonfirmasi kepada Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri I Hinai Junaidi melalui telepon sulelernya tidak mau mengangkat. Begitu pun di SMS ke no ponselnya tidak membalas SMS permainanan kelulusan siswi SMA Negeri I Hinai tersebut. Dari Dinas Pendidikan Sumut yang menangani dan memproses penerimaan siswa baru setiap sekolah negeri di Sumut terkesan ada pembelaan untuk di setiap sekolah yang ada. Kalau pun ada alasannya sangat merugikan peserta didik yang berprestasi dan orang tua yang melakukan protes di Dinas Pendidikan Sumut tersebut. Salah satu staf Dinas Pendidikan Sumut menyebutkan, data yang masuk ke komputer itu belum semuanya dijamin kelulusan karena masih dalam proses, namun begitu bagi siswa maupun siswi yang tinggal di Kota Medan namun bersaingi ke SMA Negeri ke daerah lain itu dibatasi kuotanya. "Tidak ada yang dirugikan dalam penerimaan siswa-siswi baru. Semua melalui prosedur dan tidak ada permainan yang dilakukan sekolah yang ada," ujar salah satu staf Dinas Pendidikan Sumut menjawab protes dari orang tua siswi.(BS08)