Radiofarmaka, Nuklir untuk Kesehatan Bangsa

- Kamis, 22 Juni 2017 19:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir062017/5544_Radiofarmaka--Nuklir-untuk-Kesehatan-Bangsa.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
BERITASUMUT.COM/IST
Beritasumut.com-Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir bekerjasama dengan BATAN dan PT Kimia Farma, sebagai industri yang telah memproduksi hasil litbang yang dikembangkan oleh BATAN, mengembangkan suatu metode kesehatan hasil pemanfaatan dari teknologi nuklir yakni radiofarmaka.

 

“Teknologi nuklir sesungguhnya telah dimanfaatkan secara luas di berbagai bidang kehidupan. Produk-produk teknologi nuklir telah memberikan kontribusi yang besar dalam bidang kesehatan, energi, pertanian, industri, pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan. Salah satunya adalah pemanfaatan radiofarmaka di bidang kesehatan,” ujar Nasir dilansir dari laman resmi dikti.go.id, Kamis (22/06/2017).

 

Diagnosis menggunakan radiofarmaka memiliki kelebihan dibandingkan dengan diagnosis dengan metode lain yaitu dapat memberikan gambaran fungsi suatu organ secara akurat. Adanya perubahan atau abnormalitas fungsi organ dapat diketahui meskipun belum ada perubahan bentuk atau anatomi organ tubuh. Informasi ini sangat penting bagi para dokter untuk menentukan langkah yang tepat dalam menangani pasien agar tidak terjadi salah diagnosa.

 

“Menurut laporan dari Badan Tenaga Nuklir Internasional, jumlah pasien di seluruh dunia yang ditangani menggunakan radiofarmaka telah melebihi 6 juta pasien per tahun. Sedang di antara negara-negara tetangga yang dekat dengan Indonesia, Jepang merupakan negara dengan penggunaan radiofarmaka terbesar. Saat ini di Jepang ada sekitar 2 juta pasien per tahun telah memanfaatkan radiofarmaka untuk diagnosis atau terapi berbagai penyakit,” jelas Menteri Nasir.

 

Di Indonesia, radiofarmaka telah menjadi bagian penting dalam peyelesaian masalah kesehatan nasional, baik untuk diagnosis maupun terapi. Radiofarmaka telah dimanfaatkan di tanah air di rumah sakit-rumah sakit yang telah memiliki fasilitas kedokteran nuklir. Jenis penggunaan radiofarmaka tertinggi di tanah air juga ditempati oleh penggunaan untuk diagnosis kanker.

 

Jika melihat manfaat Teknologi Nuklir yang begitu besar, keinginan untuk mandiri dalam teknologi nuklir bukanlah sebagai impian semata. Untuk merealisasikannya tentu saja dengan melakukan riset dan inovasi secara terus menerus dan berkelajutan. Selain melakukan riset, peneliti juga harus mempublikasikan hasil risetnya agar bermanfaat bagi masyarakat luas.

 

Dalam akhir tinjauannya di Puspiptek Serpong, senin (19/6), Nasir menyemangati para peneliti dan pelaku industri teknologi nuklir untuk tetap bersikap optimis dalam menghadapi tantangan-tantangan yang datang silih berganti demi mencapai kemandirian teknologi dan peningkatan daya saing industri begitu besar.

 

“Dengan semangat penelitian, selayaknya hal tersebut menjadi pemicu rasa optimisme untuk bisa menjawab semua tantangan. Tantangan bisa dijawab dengan cepat atau lambat tergantung manusianya sendiri. Oleh karena itu hendaknya kita bisa bekerjasama bergandengan tangan agar bisa mempercepat proses realisasi kemandirian tersebut,” ujarnya.(BS02)

 


Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Goodby Gangguan Seismik! Teknologi Baru Pengolahan Data dengan Kualitas Terbaik

Pendidikan

Pemprov Sumut Dorong Pemanfaatan Teknologi Daur Ulang Sampah

Pendidikan

Kapusjianstralitbang TNI Buka Lomba Karya Cipta Teknologi Tahun 2024

Pendidikan

Manfaatkan Google Sebagai LMS Mandiri, Tim Dosen UMN Al Washliyah Gelar Workshop untuk Guru SD Tumpatan Nibung

Pendidikan

Polda Sumut dan BRIN Kerjasama Tanam Alat Pendeteksi Ladang Ganja

Pendidikan

Manfaatkan Teknologi, Ladang Ganja Seluas 5 Hektare Ditemukan di Pegunungan Tor Sihite