Beritasumut.com-Sebanyak 30 orang pustakawan dan staf ICT UIN Ar-Raniry Banda Aceh dilatih dan dibekali training kustomisasi dan konfigurasi eprint yang dipusatkan di ruang pertemuan UPT Perpustakaan UIN Ar-Raniry Banda Aceh.Kegiatan yang diprakarsai oleh UPT Perpustakaan UIN Ar-Raniry tersebut berlangsung selama 4 hari dari tanggal 14-17 Juli 2017. Turut menghadirkan narasumber sekaligus instruktur, Fatchul Hijrih selaku praktisi IT dari Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. “Pada hari pertama dibekali tentang cara instalasi eprint, selanjutnya hari kedua dilanjutkan tentang pembahasan konfigurasi eprint mulai pengenalan fitur admin, edit subjek, install DDC untuk ganti LC, kustomisasi tampilan serta backup data. Untuk hari ketiga lebih difokuskan pada tata kelola eprint mulai dari upload file, upload mandiri hingga trouble shouting," kata Muslina MLIS selaku panitia, Jumat (16/06/2017). Sementara itu, Kepala UPT Perpustakaan UIN Ar-Raniry, Drs Khatib A Latief MLIS mengatakan saat ini UPT Perpustakaan UIN Ar-Raniry terus berbenah diri dengan melakukan berbagai kegiatan dan program pengembangan perpustakaan untuk bergerak cepat mengejar ketertinggalan dalam peningkatn aksesible koleksi ke dunia global. Menurutnya, di samping membekali para staf dan pustakawan dengan berbagai pelatihan peningkatan skill untuk saat ini UPt. Perpustakaan UIN Ar-Raniry sedang merampungkan pembuatan repository. “Repositoriy adalah suatu keharusan di dunia Pendidikan Tinggi. Repository UIN Ar-Raniry diberikan namaInstitutional Repository (IR), yaitu sebuah layanan penyimpanan Naskah, Dokumen Karya Ilmiah, Skripsi,Tesis, Disertasi, Penelitian, proseding seminar, proseding konferensi, RPS, Materi Kuliah, Gambar, Artifak, Video, Audio, dan sebagainya dalam format digital yang dihasilkan atau yang dibuat oleh segenap civitas akademika UIN Ar-Raniry," kata Khatib. Repository UIN Ar-Raniry, menurut Khatib sudah dirintis sejak Januari 2017 dengan dibantu oleh mantan stafnya di USAID-DBE 2 dan direncanakan akan di Lauching pada Minggu kedua bulan Juni mendatang. Ia berharap setelah dilauching para dosen dan mahasiswa akan mengupload karyanya ke repository sehingga dapat diakses oleh semua.“Repository ini pada akhirnya menjadi suatu struktur komunikasi ilmiah (scholarly communication) dan kita berharap ranking webometrics UIN Ar-Raniry akan naik,” pungkasnya. (Rel)