Dapat KIP, Presiden Jokowi: Anak-anak Harus Makin Rajin Belajar

Herman - Jumat, 16 Juni 2017 05:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir062017/6557_Dapat-KIP--Presiden-Jokowi--Anak-anak-Harus-Makin-Rajin-Belajar.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-Coba diangkat ke atas semuanya kartunya biar kelihatan. Anak-anak tahu semuanya, yang SD di kartu diberikan dana Rp450.000, yang SMP diberikan Rp750.000, yang SMA/SMK diberikan Rp1 juta. SMA/SMK mana? Rp1 juta cukup ndak? Cukup ya.

 

Dialog awal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Lapangan PT Pertamina (Persero) Refinery Unit IV Cilacap, Jln. M.T. Haryono, Kabupaten Cilacap, Kamis (15/06/2017).

 

Semuanya dana, lanjut Presiden, anggaran itu harus diperuntukkan hanya untuk beli sepatu boleh, untuk beli tas sekolah boleh, untuk beli buku boleh.

 

“Untuk beli pulsa, boleh? Untuk beli pulsa tidak boleh. Kalau ada yang menggunakan dana itu untuk beli pulsa, kartunya dicabut, ditarik,” ujar Presiden, seperti dilansir setkab.go.id.

 

Lebih lanjut Presiden menyampaikan bahwa tadi Prof. Muhadjir, Bapak Menteri Pendidikan, menyampaikan bahwa KIP ini diberikan sebanyak 3.842. Ia menambahkan bahwa KIP ini adalah untuk anak-anak semuanya agar bisa dari SD, naik lagi ke SMP, naik lagi ke SMA/SMK, dan seterusnya nanti naik lagi.

 

“Anak-anak harus belajar. Kalau sudah ada KIP anak-anak tidak belajar sungguh-sungguh, tidak ada artinya,” tutur Presiden ke-7 Republik Indonesia.

 

Negara ingin, tambah Presiden, agar anak-anak semuanya pintar karena 10 tahun yang akan datang, 20 tahun yang akan datang, 30 yang akan datang persaingan itu ketat sekali, kompetisi itu ketat sekali.

 

“Adu pintar, adu cerdas. Semuanya harus belajar, anak-anak semuanya harus belajar. Sekali lagi saya titip anak-anak, semuanya, belajar yang baik,” tambah Presiden.

 

Tugas anak-anak, lanjut Presiden, belajar, rajin belajar, rajin sekolah, supaya tidak kalah, anak-anak Indonesia tidak kalah bersaing, berkompetisi dengan anak-anak dari negara-negara yang lain.(BS01)


Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

KIS Group Gandeng Shell Pasok BioLNG ke Singapura Mulai 2027, Indonesia Jadi Basis Produksi

Pendidikan

Daftar Pemain RI Kejuaraan Bulutangkis Asia 2025, 4 Wakil Jadi Unggulan

Pendidikan

Hasil Undian Piala Sudirman 2025: Indonesia Segrup Denmark!

Pendidikan

Ambisi Rehan/Gloria Kejar Kemenangan di Orleans Masters 2025

Pendidikan

PBSI Turunkan 19 Wakil di Kejuaraan Asia 2025

Pendidikan

Rehan/Gloria Lolos ke Final German Open 2025