Bangkitkan Kejayaan, Sekolah Perkebunan Dilatih Active Learning

Herman - Selasa, 30 Mei 2017 15:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://beritasumut.com/cdn/photo/berita/dir052017/1820_Bangkitkan-Kejayaan--Sekolah-Perkebunan-Dilatih-Active-Learning.jpg): Failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u7435190/public_html/beritasumut.com/amp/detail.php on line 171
beritasumut.com/ist
Beritasumut.com-USAID PRIORITAS memperluas dukungan dengan melatih 180 guru perkebunan. Guru-guru ini berasal dari 17 SMP di bawah Yayasan Pendidikan PTPN IV. 

 

”Sekolah perkebunan ini, merupakan bagian penting dari sejarah Sumatera Utara. Mereka sekolah hebat pada masanya. Kami senang bisa menjangkau mereka,” terang Koordinator Provinsi USAID PRIORITAS Sumatera Utara Agus Marwan, di Medan, Selasa (30/05/2017).

 

Agus Marwan mengatakan pihaknya tidak hanya mendukung sekolah-sekolah negeri, tetapi juga sekolah swasta melalui program diseminasi. Sampai 2017,  lebih dari 3500 pendidik dan tenaga kependidikan telah dilatih. ”Sekitar 78 persen yang kami latih adalah guru. Termasuk guru-guru sekolah swasta,” tambahnya.

 

Konsultan YP PTPNIV Dr Mutshyuhito Solin MPd menyebut pelatihan ini seabagai persiapan untuk mengimplementasikan Kurikulum 2013. Menurutnya, agar bisa menerapkan Kurikulum 2013, guru harus mampu mendesain pembelajaran berbasis active learning dan mengintergrasikan literasi. “Itu sebabnyak kami menggunakan modul, metode dan fasilitator USAID PRIORITAS karena telah teruji mampu menjembatani kebutuhan itu,” tegasnya.

 

Lebih lanjut Solin mengatakan, guru harus memiliki minat literasi agar bisa menerapkan active learning lebih baik. Guru harus pula kreatif dan inovatif, karena itu guru dituntut senantiasa mencari informasi baru untuk mendukung pembelajaran.”Jika guru sudah bisa menerapkan active learning dan literasi, maka itu akan mendukung program pemerintah yaitu guru pembelajar dan Kurikulum 2013,” tambahnya.

 

Selain meningkatkan kapasitas guru, YP PTPN IV juga ingin mengembalikan kejayaan sekolah-sekolah perkebunan. Beberapa sekolah yang berada di Pematang Siantar, Simalungun dan Pabatu merupakan sekolah yang terkenal karena kualitasnya. Banyak lulusan hebat dari sekolah-sekolah ini. "Kami ingin kembali membangkitkan kejayaan itu dengan meningkatkan mutu sekolah," tukas Solin.

 

Active learning merupakan model pembelajaran abad 21. Dengan pembelajaran ini, kemampuan dan potesni siswa digali lebih maksimal. Pelatihan active learning di lingkungan YP PTPN IV berlangsung selama tiga gelombang. Setiap gelombang diikuti 60 guru dan akan berakhir pada 7 Juni 2017. Pelatihan dilaksanakan di Wisma Talangsari, Kebun Bah Jambi PTPN IV, Simalungun.(rel)


Tag:

Berita Terkait

Pendidikan

Guru Madrasah Asal Sumut Raih Rekor MURI Penulisan Buku Antologi Puisi Etnik Nusantara

Pendidikan

Tri Sumatera Hadirkan Pembelajaran Digital dan Sportivitas di Nias Selatan

Pendidikan

Waka MPR Dorong Kemampuan Literasi Generasi Muda Konsisten Ditingkatkan

Pendidikan

Indosat Latih Kurikulum AI untuk Guru dan Penyandang Disabilitas di IDCamp 2024

Pendidikan

Taman Literasi Wahana Pembinaan Olah Raga Masyarakat dan Permainan Rakyat

Pendidikan

Pemko Binjai Bersama USAID IUWASH Tangguh Gelar Pelatihan Pembangunan SPALD-S