Beritasumut.com-Ir. Sukarno, proklamator sekaligus Presiden Republik Indonesia pertama, pernah berkata, Berikan aku 1000 anak muda maka aku akan memindahkan gunung, tapi berikan aku 10 pemuda yang cinta tanah air maka aku akan mengguncang dunia, saat berorasi di Hari Pahlawan tahun 1961. Menginspirasi! Tapi, taukah Anda? Periode seribu hari pertama kehidupan sangatlah penting untuk ciptakan pemuda-pemuda Indonesia yang mengguncang dunia. Penghitungan fase seribu hari pertama diawali ketika bayi berada di dalam kandungan hingga berusia dua tahun. Penghitungannya, sembilan bulan di dalam kandungan (270 hari), hingga usia dua tahun anak (730 hari). Saat menghadiri Seminar Nasional Pendidikan Keluarga, beberapa waktu lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, mengungkapkan, pentingnya keluarga untuk mempersiapkan fase seribu hari pertama kehidupan bagi anak. “Itu sangat mendasar bagi kecerdasan anak ke depan, mempengaruhi bagi prestasi siswa di kelas,” ujar Menteri Muhadjir dilansir dari laman resmi kemdikbud.go.id, Rabu (24/05/2017). Ada gejala umum, lanjut Menteri Muhadjir, bahwa dari tampilan fisik bagus, tapi secara kemampuan otak sangat kurang.“Untuk itu, kemampuan anak untuk belajar dan memahami pelajaran sangatlah dipengaruhi periode seribu hari pertama kehidupan si anak,” himbau Menteri Muhadjir. Direktur Pembinaan Keluarga Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Ditjen PAUD-Dikmas), Sukiman, mengungkapkan penyiapan fase seribu hari pertama memerlukan pelibatan antar kementerian dan lembaga. “Ini adalah pekerjaan lintas sektor dan semua harus terlibat. Itu lebih kental di stimulasi dan menyangkut bersinggungan sekali dengan gizinya,” jelas Sukiman.(BS02)