Beritasumut.com-Bupati Humbang Hasundutan (Hmbahas), Dosmar Banjarnahor melalui Kepala Dinas pendidikan Jamilin Purba mengungkapkan bahwa program Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan 2016 telah memilih dan menetapkan sekolah dasar (SD) 173403, Sirisirisi, Kecamatan Doloksanggul sebagai sekolah rujukan di daerah itu. Selain itu, sekolah ini juga memperoleh bintang (empat) dalam pendidikan setingkatnya. Pernyataan ini disampaikan Jamilin dalam acara penutupan kegiatan USAID Priority di Grand Maju Doloksanggul, beberapa waktu lalu.Kata Jamilin sekolah rujukan ini nantinya akan difasilitasi oleh Negara dari segi peralatan laboratorium sekolah yang nantinya akan menjadi tempat study banding bagi sekolah sekolah lainnya yang ada di daerah tersebut. Pada kesempatan itu juga, Jamilin memaparkan berbagai program dinas pendidikan dalam keberhasilan pendidikan kedepan.“Humbahas merupakan Kabupaten tertinggi kedua nilai UKG tingkat Sumatera Utara tahun 2015 dan sebanyak 800 SD, SMP sudah ditingkatkan kompetensinya. Bahkan sebanyak 40 orang Kepala Sekolah SD, SMP sudah terlatih soal modul kepemimpinan. Kemudian tahun 2016 Humbahas sudah memiliki SD rujukan yang ditetapkan oleh kemedikbud yaitu SD 173403 Sirisirisi,” terangnya dilansir dari laman resmi humbanghasundutankab.go.id, Minggu (21/05/2017). Namun demikian pihaknya juga mengakui bahwa belum semua guru dan kepala sekolah yang dilatih menerapkan hasil pelatihannya di sekolah masing-masing.“Ini yang menjadi tantangan utama, kemudian kepala sekolah belum rutin supervisi ke kelas dan belum melakukan instrument pengawasan, juga pendampingan sekolah belum maksimal dilakukan,” jelasnya. Jamilln juga tidak lupa menyampaikan terimakasih kepada pihak USAID yang sejak tahun 2014 sudah membantu daerah itu meningkatkan keterampilan para pendidik yang mengagumkan.“Berkat bantuan itu, kini proses pembelajaran dikelas secara khusus sekolah mitra USAID telah mengarah kepembelajaran abad 21,” terangnya. Sementara itu, Rismawan Simanullang, Guru SD C mengungkapkan bahwa banyak perubahan setelah bermitra dengan USAID. Khususnya di bidang pembelajaran sekolah. Di mana sebelum bermitra pembelajaran disekolah itu monoton dan membosankan.Dia juga mengakui bahwa setelah bermitra dengan USAID minat baca siswa di sekolah itu sudah meningkat karena tidak lagi monoton.“Di mana di sekolah kita sudah banyak pelatihan-pelatihan yang didapat dari mitra,” ungkap Rismawan. (BS02)