Beritasumut.com-Setelah lima tahun mengadakan kerjasama dalam bidang peningkatan mutu pendidikan dasar, guru dan sekolah yang beringkarnasi dari program DBE (Decentralized Basic Education) antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sibolga dan USAID Prioritas berakhir sudah. Program DBE yang dibiayai oleh USAID/Indonesia adalah kerjasama antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Amerika Serikat. Di bawah Strategic Objective Agreement (SOAG), kerjasama ini ditandatangani oleh Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Kemenko Kesra) dan USAID. Dimulai pada tahun 2005, DBE awalnya bermitra dengan lebih dari 1.000 SD/MI dan 196 SMP/MTs di 50 kabupaten/kota yang berada di tujuh provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Timur Jawa dan Sulawesi Selatan. Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sibolga Drs Alpian Hutauruk menyampaikan, bahwa dalam kurun lima tahun tersebut, berbagai pelatihan praktik yang sudah diberikan program USAID Prioritas sangat berjalan baik, pelatihan praktik yang baik ini telah memberikan sedikit banyaknya perubahan yang positif bagi sekolah dalam hal pengelolaan sekolah yang lebih terbuka dan partisipasif, keterlibatan komite sekolah dalam mendukung pelaksanaan program sekolah, penerapan pembelajaran dengan pendekatan pembelanjaran aktif dan konsektual. Di samping itu, kata Alpian, USAID Prioritas juga telah memberi manfaat langsung kepada para stake holder sekolah, antara lain jenjang SD/MI sebanyak 63 SD/MI telah dilatih yang dibagi menjadi 58 SD dan 5 MI, sebanyak 332 orang guru dan 8 orang kepala sekolah juga telah ikut di latih. "Lalu untuk jenjang SMP/MTs sebanyak 29 SMP/MTs (22 SMP dan 7 MTs) dan 192 orang guru. Yang terakhir program buku bacaan berjenjang (B3) khusus untuk kelas awal jenjang SD/MI sebanyak 52 SD/MI telah di latih (47 SD dan 5 MI), 252 orang guru dan 41 orang kepala sekolah serta 4 orang pengawas," sebut Alpian dilansir dari laman resmi tapteng.go.id, Minggu (21/05/2017). Mewakili Walikota Sibolga, Asisten II Drs H Juneidi Tanjung mengungkapkan Pemerintah Kota Sibolga telah bekerjasama dengan program DBE sejak tahun 2015 sampai tahun 2010 dan dilanjutkan dengan program prioritas sejak tahun 2012 sampai tahun 2017 dan kerjasama ini telah berlangsung dengan baik dalam mendukung pengembangan mutu pendidikan dasar di Kota Sibolga. "Implementasi kerjasama ini terlihat dari berbagai pelatihan praktik yang baik sudah dilakukan, pelatihan praktik yang baik ini telah memberikan sedikit banyaknya perubahan positif bagi sekolah dalam hal pengelolaan sekolah yang lebih terbuka dan partisipatif, keterlibatan komite sekolah dalam mendukung pelaksanaan program sekolah, penerapan pembelajaran dengan pendekatan aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan, implementasi program budaya baca yang lebih nyata dengan berbagai kegiatan budaya baca yang bervariasi dan dukungan komite sekolah dalam penyediaan sarana dan prasarana budaya baca di lingkungan sekolah," papar Juneidi. Oleh sebab itu, Pemko Sibolga senantiasa berkomitmen untuk mengembangkan mutu pendidikan dasar melalui desiminasi program USAID Prioritas di Kota Sibolga. Komitmen tersebut direalisasikan melalui pengalokasian anggaran dalam APBD Kota Sibolga untuk diseminasi program USAID Prioritas, yakni pada tahun 2013 sebesar Rp 42 juta, tahun 2014 Rp 82 juta, tahun 2015 Rp 298 juta, tahun 2016 Rp150 juta khusus desiminasi pelatihan buku bacaan berjenjang (B3) untuk tujuh gelombang sebesar Rp 52 juta, dan tahun 2017 sebesar Rp 200 juta. "Untuk tahun selanjutnya, Pemko Sibolga tetap berkomitmen untuk mengalokasikan anggaran diseminasi program USAID Prioritas," pungkasnya. (BS02)