Beritasumut.com-Dalam upaya mengkaji dinamika kebangsaan di kalangan pemuda Indonesia, Badan Ekesekutif Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (BEM UNESA) Jawa Timur, menyelenggarakan dialog 'Peran Pemuda: Memperkuat Nilai-Nilai Kebangsaan untuk Memperkokoh Persatuan Bangsa dan Keutuhan NKRI', Jumat (28/04/2017). Diskusi yang diselenggarakan di Gedung G3 Auditorius Fakultas Ekonomi UNESA dari jam 2 siang hingga jam 5 sore ini, menampilkan empat narasumber diantaranya Anggota Komisi E DPRD Jatim Moch Eksan, Wakil Ketua PW GP Anshor Jatim Muh Hasan Bisri, Ketua KPU Kota Surabaya Nur Syamsyi SPd dan Dosen Sosiologi UNESA Agus Machfud Fauzi SAg MSi. Ditegaskan oleh Muh Hasan Bisri, bahwa Indonesia akan mampu menjadi bangsa yang kukuh, kalau umat agama-agama yang berbeda dapat saling mengerti satu sama lain, bukan hanya sekedar saling menghormati dan saling bertenggang rasa satu terhadap yang lain. Melainkan, yang lebih dari itu, pentingnya rasa saling memiliki (sense of belonging). “Rasa saling memiliki harus ada di dalam diri masing-masing kita. Karena di sini hakekat perbedaan,” tegasnya. Selain kesadaran persatuan, narasumber lain, Moch Eksan menjelaskan akan pentingnya kesadaran nasionalisme pemuda terhadap NKRI khususnya di era globalisasi saat ini. Selain itu, juga menegaskan akan keniscayaan penyikapan MEA (Masyarakat Ekonomi Asia). Dikatakan juga, penting sebagai pemuda untuk mampu menyaring setiap permasalahan yang terjadi pada saat ini. “Di tengah (MEA), memungkinkan banyaknya pekerja luar yang masuk ke Indonesia dan banyaknya tenaga kerja Indonesia yang bekerja sebagai TKI di negara lain., sehingga kita dituntut untuk lebih kompetitif yang tinggi khususnya di negara kita sendiri. Jangan sampai kita menjadi tamu di negara sendiri,” pesan Moch Eksan kepada lebih dari 200 mahasiswa yang hadir. Sementara Nur Syamsyi mengamini pentingnya sara persatuan dan rasa saling memiliki. Di kesempatan tersebut, dia menambahkan unsur tersebut dengan pentingnya nilai-nilai demokrasi dalam politik praktis di Indonesia, yang menurutnya belum sesuai harapan membangkitkan spirit sense of belonging. Dikatakan Nur, peran mahasiswa dalam dunia politik harus lebih ditingkatkan, karena menurutnya, dalam politik membutuhkan mereka yang paham (mahasiswa) untuk bisa ikut memahamkan pedidikan politik bagi masyarakat. "Ini penting, mengingat politik melalui demokrasi merupakan awal terbentuknya tatanan kebijakan untuk masyarakat dan merupakan awal terbentuknya tatanan kehidupan masyarakat,” tegasnya. Meski demikian, Agus Machfud Fauzi mengakui, tantangan pemuda dewasa ini jauh lebih kompleks dari generasi sebelumnya. Menurutnya, pemuda saat ini memiliki sejumlah tantangan yang tidak ringan, dari lingkungan, tekhnologi, persoalan Negara, persoalan dunia, hingga tantangan masa depan. Namun begitu, ia berharap para pemuda sekarang ini harus memiliki optimism yang tinggi. “Saya berharap, pemuda saat ini musti bersungguh-sungguh memikirkan, dan sekaligus melakukan aksi turun tangan,” pungkasnya. (Rel)