Beritasumut.com-Bupati Labuhanbatu Utara (Labura) H Kharuddin Syah SE menerima langsung para guru honor yang bertugas di SMAN/SMKN di Kabupaten Labura.Kedatangan 75 guru honor untuk menceritakan keluhan serta mengadukan nasib mereka ke Bupati Labura terhadap gaji mereka yang belum diterima karena terkendala akibat UU nomor 23 tahun 2014 tentang otonomi daerah yang mana jenjang SMA/SMK diambil alih dan menjadi tanggung jawab Pemerintah Propinsi, pertengahan pekan kemarin. "Kedatangan kami ke kantor Bupati ini menyampaikan keluhan dan mengadukan Nasib kami karena sejak Januari 2017 sampai saat ini kami belum menerima gaji/honor memang kami mengetahui bahwa badan kami ini milik propinsi tapi hati kami tetap untuk Kabupaten Labura.Jadi selaku orang tua kami, dalam hal ini Bapak Bupati sudilah kiranya membantu dan menyampaikan aspirasi kami ini." "Kami mengetahui bahwa Pak Bupati sangat peduli dengan pendidikan di kabupaten ini.Kami menyampaikan keluhan ini karena mengajar ini merupakan tugas dan pekerjaan pokok bagi kami dan untuk masyarakat Labura," papar Koordinator Guru Honor Ahmad Rinaldi Siregar Spd dilansir dari laman resmi labuhanbatuutarakab.go.id, Jumat (14/04/2017). Menyambut keluhan itu, Bupati Labura menyampaikan keprihatinannya terhadap guru/tenaga didik.Selama ini Pemkab Labura telah menyalurkan gaji honor namun setelah adanya Undang-undang bahwa SMA/SMK diambil alih dan menjadi tanggung jawab propinsi maka sejak Januari 2017 SMA/SMK menjadi tanggung jawab propinsi namun demikian untuk mengantisipasi hal seperti ini Pemerintah Daerah telah menganggarkan dana cadangan. "Namun akan kita pelajari dan selaku Kepala Daerah saya siap memfasilitasi.Yang jelas kami tetap mendukung, memperhatikan dan saudara adalah rakyat kami, dan ini bukan kemauan kami dan ini kemauan undang-undang.Kami pemerintah sangat-sangat positif menerima saudara sekalian dan kami berupaya sedaya upaya dan sebisa mungkin agar persoalan saudara dapat tuntas," ujar Kharuddin Syah. Kepala Dinas Pendapatan dan Aset Daerah Drs Faizal Irwan Dalimunthe menambahkan dana cadangan itu sudah ada untuk 75 guru honor dalam satu guru sebesar 1.200.000."Namun kalau itu disalurkan dikhawatirkan berdampak dengan hukum.Kami tetap memperjuangkan nasib saudara- saudara," jelas Faizal.(BS02)